GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis

Serena: Dari Saboak Menuju PON 2028

IDETORIAL.com, Jakarta – Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 bagi Pemerintah Kota Kupang bukan sekadar tentang pertandingan dan prestasi olahraga. Di balik kedatangan atlet, kontingen, wisatawan, dan masyarakat dari berbagai daerah, tersimpan peluang ekonomi yang ingin ditangkap sejak sekarang.

Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, melihat geliat Saboak (Sunday Market buat Orang Kupang) sebagai salah satu titik awal untuk menyiapkan masyarakat menghadapi peluang tersebut.

Saboak telah menghimpun sekitar 500 komunitas dan pelaku UMKM. Dalam satu tahun berjalan, aktivitas ekonomi yang tercipta dari komunitas tersebut disebut telah mencapai Rp6,2 miliar.

“Jadi ini sudah ada 500 komunitas, 500 UMKM yang bergabung dalam grup Sunday Market dan sudah berlangsung selama satu tahun, dan perputaran ekonomi yang ada untuk UMKM-nya sendiri sudah mencapai Rp6,2 miliar untuk akumulasi satu tahun berjalan,” kata Serena dalam Podcast Konvergensi bersama CEO Investortrust Primus Dorimulu di Jakarta, Kamis, 3 September 2026.

Angka tersebut menunjukkan bahwa ruang publik tidak harus berhenti sebagai tempat berkumpul. Jika dikelola dengan baik, ruang publik dapat berubah menjadi ruang transaksi, promosi produk sekaligus tempat pelaku usaha membangun jejaring.

Tanggap Darurat Gempa NTT Diperpanjang, BNPB Petakan Kebutuhan Warga

Saboak yang semula digelar pada Sabtu dan Minggu kemudian diperluas hingga Jumat sore setelah jam kerja. Perluasan waktu itu memberi kesempatan lebih besar bagi pelaku usaha untuk bertemu konsumen.

Pelaku UMKM juga terlibat secara bergiliran. Pola ini membuat Saboak tidak sekadar menjadi pasar akhir pekan, tetapi berkembang sebagai komunitas yang mempertemukan pelaku usaha, konsumen, produk lokal, dan aktivitas kreatif masyarakat.

Kuliner menjadi salah satu produk yang paling banyak ditemukan. Jajanan pasar hingga pangan khas NTT menjadi bagian dari wajah Saboak.

PON 2028 dan Pasar yang Lebih Besar

Dari ruang kecil seperti Saboak, Pemkot Kupang mulai membidik pasar yang jauh lebih besar: PON XXII 2028.

Kedatangan kontingen dan wisatawan berpotensi menciptakan permintaan terhadap makanan dan minuman, fesyen, kerajinan, cendera mata hingga berbagai jasa pendukung pariwisata.

Tak Cukup Bisa Bertransaksi, BI Dorong Generasi Muda NTT Paham Risiko Keuangan

Namun peluang itu tidak otomatis menjadi keuntungan bagi UMKM lokal.

Pelaku usaha harus dipersiapkan agar mampu memenuhi standar pasar yang lebih besar, baik dari sisi kualitas produk, kemasan, kapasitas produksi, pelayanan maupun pemasaran.

Di sinilah Saboak menjadi penting. Ruang tersebut dapat menjadi tempat UMKM menguji produk, membaca selera konsumen, membangun pelanggan, sekaligus belajar mengelola usaha.

PON 2028 pada akhirnya bukan hanya persoalan kesiapan venue dan fasilitas olahraga. Ada ekosistem ekonomi yang harus ikut dipersiapkan.

Digitalisasi Buka Pasar Lebih Lebar

Peluang UMKM juga dapat diperluas melalui digitalisasi.

Tak Sekadar Pembalut Gratis, “Ina Kasih” Bukti Intervensi Pemkot Kupang Atasi Kemiskinan

CEO Investortrust, Primus Dorimulu, mengatakan jaringan perdagangan digital Indonesia Open Network (ION) dapat membantu pelaku usaha mikro dan kecil di NTT mengakses pasar yang lebih luas.

“ION hadir ini justru sellers-nya itu siapa saja, buyers-nya siapa saja, dia bisa belanja di lapak mana saja,” kata Primus.

Konsep tersebut membuka kemungkinan produk lokal tidak hanya bergantung pada konsumen yang datang ke Kupang. Produk dapat dipasarkan ke konsumen di berbagai daerah.

Tenun menjadi salah satu produk yang memiliki peluang tersebut.

Serena mengatakan perkembangan UMKM tenun mulai terlihat dari perubahan cara pelaku usaha mengolah produk. Tenun tidak lagi sebatas kain, tetapi mulai dikembangkan menjadi pakaian, celana, dan berbagai produk fesyen lainnya.

“Tenun saya lihat ada kemajuan ya, jadi bukan cuma tenun kain saja, tapi sudah mulai menjahit pakaian, celana, baju, dan berbagai variasi,” ujarnya.

Produk tenun NTT bahkan mulai mendapat perhatian desainer dari luar daerah untuk dipasarkan ke Pulau Jawa hingga pasar internasional.

Kuliner Lokal Jadi Identitas

Selain tenun, kuliner lokal menjadi kekuatan yang dapat menopang konsep sport tourism selama PON berlangsung.

Serena menyebut se’i, ikan kuah asam, dan jagung bose sebagai kuliner yang wajib dicoba wisatawan ketika berkunjung ke Kupang.

Bagi pemerintah kota, wisatawan yang datang untuk menyaksikan pertandingan tidak harus berhenti di arena olahraga. Mereka dapat diarahkan untuk menikmati kuliner, melihat budaya, membeli produk lokal dan mengunjungi berbagai destinasi di Kota Kupang.

Dengan begitu, manfaat ekonomi PON dapat menyebar ke lebih banyak sektor.

Dari Saboak, Menuju PON

PON 2028 masih dua tahun lagi. Waktu tersebut menjadi ruang bagi Pemkot Kupang untuk memastikan UMKM tidak datang ke momentum nasional itu tanpa persiapan.

Targetnya bukan sekadar menghadirkan banyak pelaku usaha, tetapi memastikan mereka siap naik kelas.

Saboak menjadi salah satu pijakannya.

Dari 500 komunitas dan UMKM, telah tercipta perputaran ekonomi Rp6,2 miliar dalam setahun. Angka itu menunjukkan bahwa ketika pelaku usaha diberi ruang, pasar dapat tumbuh.

Tantangan berikutnya adalah memperbesar skala tersebut.

PON XXII 2028 dapat menjadi ujian sekaligus peluang. Ujian bagi kesiapan UMKM menghadapi pasar yang lebih besar, sekaligus peluang untuk memperkenalkan produk lokal Kupang kepada Indonesia.

Serena pun mengajak masyarakat luar daerah datang dan merasakan langsung pengalaman di Kota Kupang.

“Ayo bersama-sama kita datang ke Kota Kupang dan jadikan Kota Kupang sebagai tempat yang nyaman untuk sport tourism,” tutur Serena.

Pada akhirnya, keberhasilan Kupang menyambut PON 2028 tidak hanya diukur dari suksesnya pertandingan.

Ada ukuran lain yang tak kalah penting: berapa banyak UMKM lokal yang tumbuh, berapa banyak produk daerah yang dikenal, dan seberapa besar uang yang berputar di tengah masyarakat.

Dari Saboak, perjalanan itu dimulai.

Menuju PON 2028, Serena ingin memastikan ekonomi Kupang bukan sekadar menjadi penonton. (Lid)

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement