GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., saat menerima audiensi Tim Pelayanan Konven Pelayan Kupang Daratan Semau

630 Pendeta Disiapkan Ikuti Konven Kupang Daratan Semau, Wawali Serena: Pelayan Gereja Juga Butuh “Healing”

IDETORIAL.com, Kupang – Sekitar 630 pendeta dari 17 klasis di wilayah Kupang Daratan dan Semau akan dipertemukan dalam Konven Pelayan Kupang Daratan Semau, 22–24 September 2026 mendatang.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang pertemuan, tetapi dirancang sebagai ruang refleksi, penyegaran, dan penguatan kebersamaan para pelayan gereja.

Rencana tersebut mendapat dukungan Pemerintah Kota Kupang. Dukungan disampaikan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, saat menerima audiensi Tim Pelayanan Konven Pelayan Kupang Daratan Semau di ruang kerjanya.

Serena mengatakan Pemkot Kupang terbuka mendukung kegiatan yang melibatkan para pendeta dari sejumlah klasis di Kota Kupang maupun Kabupaten Kupang tersebut, sepanjang sesuai dengan kewenangan dan kemampuan pemerintah daerah.

“Pemerintah Kota Kupang pastinya siap mendukung. Nanti apa yang menjadi kebutuhan kita bisa saling koordinasikan lebih lanjut,” ujar Serena, Senin, 31 Agustus 2026.

Pemkot Kupang Dukung Konser Amal Musisi Senior, Galang Bantuan untuk Korban Gempa Flores

Menurut Serena, perhatian pemerintah diberikan karena kegiatan tersebut juga melibatkan para pendeta yang selama ini menjalankan pelayanan di wilayah Kota Kupang.

Ia meminta panitia menyusun kebutuhan kegiatan secara terperinci agar dapat dikoordinasikan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Kebutuhan itu antara lain tenda, transportasi, bus serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Serena menegaskan dukungan pemerintah tidak selalu harus diberikan dalam bentuk anggaran. Fasilitasi dan koordinasi lintas OPD juga dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan kewenangan masing-masing.

“Dukungan pemerintah tidak selalu harus dalam bentuk anggaran. Bisa juga dalam bentuk fasilitasi dan koordinasi lintas OPD sesuai kebutuhan kegiatan,” tegasnya.

BULOG NTT Salurkan 862 Ton Beras untuk Warga Terdampak Gempa Flores

Pendeta Juga Butuh Ruang untuk Berhenti Sejenak

Serena menilai Konven memiliki makna lebih luas daripada sekadar pertemuan para pendeta. Kegiatan tersebut dapat menjadi momentum bagi para pelayan gereja untuk mengambil jeda dari rutinitas pelayanan yang padat.

Menurutnya, para pendeta membutuhkan ruang untuk merefleksikan perjalanan pelayanan, membangun kembali kebersamaan, sekaligus memulihkan energi sebelum kembali melayani jemaat dan masyarakat.

“Pendeta-pendeta juga harus refreshing sekali-sekali, karena memang banyak yang memiliki jam pelayanan yang sangat sibuk. Ini menjadi waktu untuk berhenti sejenak, melakukan refleksi dan kembali menjadi diri sendiri,” ungkap Serena.

Ia berharap kondisi para pelayan gereja yang lebih segar dan memiliki semangat baru dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada jemaat dan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Serena juga menyampaikan salam dari Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang berhalangan hadir karena sedang berada di Flores.

Waspada Investasi Kripto Ilegal! Satgas PASTI Hentikan YWWSDC dan RTHAE

Libatkan 17 Klasis, Sekitar 630 Pendeta

Wakil Ketua Klasis Kupang Barat, Pendeta Netti Fanggidae, mengatakan Konven dirancang sebagai wadah perjumpaan para pendeta untuk keluar sejenak dari rutinitas pelayanan.

Selain memperkuat kebersamaan, kegiatan ini akan menjadi ruang refleksi dan penyegaran sehingga para pendeta dapat kembali menjalankan tugas pelayanan dengan energi dan semangat yang diperbarui.

Sekretaris Panitia, Haris Oematan, ST., menjelaskan wilayah pelayanan yang akan terlibat mencakup sekitar 17 klasis dengan jumlah pendeta kurang lebih 630 orang.

Menurut Haris, konsep kegiatan secara khusus diarahkan sebagai ruang “healing” dan penyegaran bagi para pendeta.

Karena itu, panitia memilih lokasi yang memungkinkan terciptanya suasana yang lebih cair, dekat, dan mendukung proses refleksi. Salah satu lokasi yang direncanakan menjadi tempat kegiatan adalah Sekolah Lapangan Nekamese.

Serena menyambut baik rencana penggunaan lokasi tersebut. Ia menjelaskan, sejumlah pembenahan tengah dilakukan di Sekolah Lapangan Nekamese sehingga diharapkan dapat menunjang pelaksanaan Konven.

Tiga Hari, Ditutup Ibadah Bersama

Konven Pelayan Kupang Daratan Semau dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni 22–24 September 2026.

Hari pertama, 22 September, akan diisi dengan acara pembukaan. Pada 23 September, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan kebersamaan dan sharing, termasuk dialog bersama para pimpinan wilayah.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan ibadah bersama pada 24 September.

Panitia berharap kehadiran pemerintah tidak hanya dalam konteks dukungan fasilitas, tetapi juga dapat membuka ruang komunikasi antara para pelayan gereja dan pemerintah daerah.

Dialog tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman serta sinkronisasi antara perencanaan pelayanan gereja dengan agenda pembangunan daerah.

Karena itu, panitia berharap Wali Kota maupun Wakil Wali Kota Kupang dapat hadir dalam rangkaian Konven, khususnya pada acara pembukaan dan dialog bersama para peserta.(Lid)

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement