IDETORIAL.com, Kupang — Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang mendukung rencana Forum Musisi Senior Kupang-NTT menggelar konser amal, untuk menggalang bantuan bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Pulau Flores.
Dukungan tersebut disampaikan Wali Kota Kupang, Chris Widodo, saat menerima audiensi Pengurus Forum Musisi Senior Kupang-NTT di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Senin, 31 Agustus 2026.
Chris mengapresiasi inisiatif para musisi senior yang memilih menggunakan kemampuan dan pengalaman bermusik untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi dampak bencana.
Menurutnya, Pemkot Kupang terbuka terhadap berbagai gerakan masyarakat yang memiliki nilai kemanusiaan, seni, dan budaya. Pemkot, kata dia, siap memberikan dukungan sesuai kewenangan dan kemampuan pemerintah daerah.
“Pemkot sifatnya mensupport. Kalau forum musisi membutuhkan tempat, kami sediakan. Membutuhkan audiens, kami bisa membantu membuat pengumuman. Membutuhkan tenda dan kursi, kami bantu,” ujar Chris.
Meski memberikan dukungan, Chris menegaskan pelaksanaan konser tetap menjadi tanggung jawab Forum Musisi Senior. Mulai dari konsep, waktu hingga lokasi kegiatan ditentukan oleh forum agar gerakan solidaritas tersebut dapat berjalan fleksibel dan tidak bergantung pada agenda pemerintah.
“Ini konser amal. Kita mau berbagi kepada saudara-saudara kita di Flores. Jangan sampai menunggu jadwal saya sehingga menghambat kegiatan,” tegasnya.
Chris juga mendorong agar konser amal tersebut segera dilaksanakan. Menurutnya, masyarakat terdampak bencana masih membutuhkan bantuan, termasuk warga yang memilih mengungsi secara mandiri karena masih dihantui kekhawatiran terhadap gempa susulan.
“Semakin cepat kita bergerak, semakin cepat bantuan bisa sampai kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” katanya.
Dukungan terhadap korban gempa Flores sebelumnya juga telah dilakukan Pemkot Kupang melalui berbagai aksi solidaritas. Dari kalangan ASN Pemkot Kupang, bantuan yang terkumpul sekitar Rp135 juta, sedangkan melalui kegiatan penggalangan bantuan lainnya mencapai sekitar Rp280 juta.
Chris menilai penanganan dampak bencana membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Karena itu, ia menyambut baik rencana Forum Musisi Senior memperluas konser amal dalam bentuk roadshow ke sejumlah daerah.
Ketua Forum Musisi Senior Kupang-NTT, Welly Parera, mengatakan konser amal tersebut direncanakan berlangsung secara bertahap mulai September hingga November 2026.
Selain di Kota Kupang, kegiatan akan dilanjutkan ke sejumlah kabupaten. Beberapa agenda awal telah disiapkan pada 5–6 September dan 12–13 September 2026, kemudian dilanjutkan pada pekan berikutnya menyesuaikan kesiapan panitia dan dukungan berbagai pihak.
“Para musisi senior ingin menjadikan musik sebagai sarana menggalang kepedulian masyarakat. Panggung konser nantinya tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga wadah untuk mengumpulkan bantuan bagi warga Flores yang terdampak bencana,”terang Welly.
Dalam audiensi tersebut, Forum Musisi Senior juga menyampaikan gagasan untuk menghidupkan kembali kegiatan musik dan pelestarian seni di Kota Kupang. Salah satunya melalui pengembangan kelompok musik keroncong yang dapat tampil dalam berbagai kegiatan pemerintah maupun kegiatan masyarakat.
Gagasan tersebut mendapat apresiasi dari Wali Kota Kupang. Ia menilai para musisi senior memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan seni dan budaya sekaligus mewariskan pengalaman bermusik kepada generasi muda.
Dengan konser amal tersebut, musik diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi medium solidaritas. Dari panggung di Kota Kupang, para musisi senior ingin mengirimkan pesan bahwa masyarakat Flores tidak sendiri menghadapi masa sulit pascabencana.
Bagi mereka, setiap lagu yang dimainkan diharapkan dapat berubah menjadi bantuan bagi warga yang masih berjuang memulihkan kehidupan setelah gempa.
(Lid)