IDETORIAL.com, Jakarta – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di sejumlah wilayah Indonesia.
Dalam periode pemantauan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu, 30 Agustus 2026, kebakaran dilaporkan terjadi di Maluku Utara, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, dan Aceh dengan total puluhan hektare lahan terdampak.
Berdasarkan pemantauan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat (Dit. Koordalops) BNPB periode Sabtu (29/8) pukul 07.00 WIB hingga Minggu (30/8) pukul 07.00 WIB, sebagian besar kebakaran berhasil dikendalikan. Namun, penanganan di sejumlah lokasi masih menghadapi kendala medan, keterbatasan sumber air, cuaca panas, hingga tiupan angin.
Di Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara, karhutla terjadi di Desa Gotowasi, Kecamatan Maba Selatan, Jumat (28/8) sekitar pukul 18.40 WIT. Kebakaran menghanguskan sekitar tiga hektare lahan.
Kebakaran diduga dipicu aktivitas oknum yang tidak bertanggung jawab. Tiupan angin cukup kencang membuat api cepat menyebar dan membakar lahan.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. BPBD Halmahera Timur bersama pemadam kebakaran dan masyarakat melakukan pemadaman dan asesmen di lokasi.
Pada Sabtu (29/8), api berhasil dipadamkan. Petugas tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
22 Hektare Terbakar di Sukoharjo
Ancaman karhutla juga terjadi di Jawa Tengah. Di Kabupaten Sukoharjo, kebakaran melanda Desa Kamal dan Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Jumat (28/8) sekitar pukul 18.15 WIB.
Hasil kaji cepat sementara memperkirakan luas lahan terbakar mencapai 22 hektare. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
Tim gabungan melakukan pemadaman di sejumlah titik. Namun, kondisi medan yang curam membuat beberapa lokasi sulit dijangkau.
Titik api yang mendekati permukiman berhasil diamankan, sementara kepulan asap tebal dilaporkan berkurang secara signifikan. Tidak ada korban jiwa.
Penanganan berlangsung saat Sukoharjo berstatus siaga darurat bencana kekeringan dan karhutla untuk periode 1 Mei hingga 30 November 2026.
Klaten: 9,28 Hektare Terbakar
Di Kabupaten Klaten, karhutla terjadi di tujuh desa yang tersebar pada enam kecamatan. Kebakaran dilaporkan terjadi Jumat (28/8) sekitar pukul 11.25 WIB.
Lokasi kebakaran antara lain Desa Paseban di Kecamatan Bayat, Desa Meger dan Ngawonggo di Kecamatan Ceper, Desa Sabrang di Kecamatan Delanggu, Desa Sorogaten di Kecamatan Tulung, Desa Sawit di Kecamatan Gantiwarno, serta Desa Bulurejo di Kecamatan Juwiring.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 9,28 hektare.
Sejumlah kejadian diduga dipicu pembakaran sampah yang tidak terkendali. Sementara penyebab kebakaran di lokasi lainnya masih diselidiki.
BPBD Klaten bersama TNI, Polri, pemadam kebakaran, relawan dan warga melakukan pemadaman. Hingga Sabtu (29/8), seluruh kejadian berhasil dikendalikan dan tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka.
Klaten sendiri telah menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi kering sejak 1 Agustus hingga 31 Oktober 2026.
50 Hektare Terbakar di Kutai Barat
Karhutla dengan luasan lebih besar terjadi di Kampung Pepas Eheng, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.
Kebakaran lahan belukar dan kebun yang terjadi Jumat (28/8) sekitar pukul 11.20 WITA itu berdampak pada sekitar 50 hektare lahan.
Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.
BPBD Kutai Barat bersama Manggala Agni, TNI, Polri dan pemadam kebakaran dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Selain menggunakan mobil pemadam, petugas juga melakukan pemadaman secara manual pada area yang sulit dijangkau kendaraan.
Asap tebal menjadi salah satu kendala utama. Kondisi tersebut mengganggu pernapasan sekaligus menurunkan jarak pandang petugas.
Meski demikian, berdasarkan pemutakhiran Sabtu (29/8), api berhasil dipadamkan dan situasi di lokasi kondusif. Petugas masih melakukan pemantauan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Aceh Selatan Masih Berjibaku dengan Api
Sementara itu, penanganan karhutla di Kabupaten Aceh Selatan masih berlangsung.
Kebakaran alang-alang terjadi di Gampong Drien, Kecamatan Bakongan, Sabtu (29/8) sekitar pukul 11.42 WIB. Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai empat hektare.
BPBD Aceh Selatan bersama Damkar PB 05 Bakongan, Koramil, Polsek dan masyarakat melakukan pemadaman.
Namun hingga pemutakhiran Sabtu (29/8), api belum sepenuhnya padam. Pemadaman dijadwalkan dilanjutkan pada Minggu (30/8) pagi.
Petugas menghadapi sejumlah kendala, termasuk lokasi kebakaran yang berjarak sekitar empat kilometer dari pinggir desa, keterbatasan sumber air, serta kondisi cuaca panas dengan tiupan angin sedang.
Kondisi tersebut membuat potensi api kembali menyebar masih perlu diwaspadai.
20 Hektare Terbakar di Bener Meriah
Di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, kebakaran terjadi di Kampung Uning Gelime, Kecamatan Weh Pesam, Sabtu (29/8) sekitar pukul 13.35 WIB.
Kebakaran menghanguskan sekitar 20 hektare lahan. Penyebabnya masih dalam penyelidikan.
BPBD Bener Meriah bersama OPD terkait melakukan pemadaman secara manual dan dilanjutkan dengan pendinginan.
Hasil kaji cepat pada Sabtu (29/8) menyatakan api telah berhasil dipadamkan. Pemantauan tetap dilakukan untuk memastikan tidak muncul kembali titik api.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
BNPB Ingatkan Bahaya Pembakaran Terbuka
BNPB mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, khususnya selama periode kekeringan dan cuaca panas.
Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran terbuka maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
BNPB juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api kepada petugas atau BPBD setempat.
Langkah cepat di tingkat masyarakat dinilai penting agar kebakaran dapat ditangani sejak dini sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
(Lid/BNPB)