GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Wawali Serena Sambut Kontingen Karnaval Budaya Jamda Pramuka NTT di Saboak

Wawali Serena Sambut Kontingen Karnaval Jambore Daerah X Pramuka NTT di Saboak

IDETORIAL.com, Kupang – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, menyambut kedatangan kontingen Karnaval Budaya Jambore Daerah (Jamda) Gerakan Pramuka Nusa Tenggara Timur (NTT) 2026 di kawasan Saboak Taman Nostalgia, Sabtu, 1 Agustus 2026, yang menjadi titik akhir defile peserta setelah menempuh rute dari Rumah Jabatan Gubernur NTT.

Kehadiran Wakil Wali Kota di lokasi tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap pelaksanaan Jambore Daerah Gerakan Pramuka NTT, yang mempertemukan ribuan anggota Pramuka dari berbagai kabupaten dan kota di NTT dalam semangat persaudaraan, pelestarian budaya, dan pembinaan karakter generasi muda.

Sekitar 5.000 peserta yang terdiri atas kontingen dari 17 Kwartir Cabang (Kwarcab) se-NTT serta Pramuka Penggalang, Penegak, dan Pandega dari berbagai Gugus Depan di Kota Kupang memeriahkan karnaval dengan menampilkan busana adat, tarian tradisional, musik daerah, hingga atraksi budaya khas dari daerah masing-masing.

Salah satu peserta, Gisela Agustav Kwarcab Kota Kupang asal SMPN 2 Kupang sekaligus sebagai pemimpin upacara pembukaan Jambore Daerah X Kwartir Daerah NTT, mengaku bangga dan senang bisa berada di momentum Jamda X dan menjadi utusan sebagai perwakilan dari 17 kwartir cabang.

“Saya bangga menjadi terpilih di kegiatan Jambore Daerah bahkan di percayakan sebagai pemimpin upacara saat pembukaan,”kata Gisela

131 Hari Jelajah Nusantara, Amsal Sitepu Disambut Serena Francis di Gekraf NTT

Selama Jambore menurut dia, cukup melelahkan namun banyak hal yang dipersiapkan, tetapi dibalik itu, semua terbayarkan karena bertemu dengan banyak teman- teman dari kwarcab lain serta memiliki banyak petuah.

Peserta karnaval dari Gudep UPTD SMPN 2 Kupang, Kristine Goro, mengaku sangat senang dan antusias mengikuti kegiatan karnaval. Bagi dirinya, perjalanan menuju Saboak Taman Nostalgia bukan sekadar mengikuti defile, tetapi membawa identitas budaya daerah untuk diperkenalkan kepada masyarakat.

“Karnaval ini menjadi kesempatan untuk saling mengenal budaya dari berbagai daerah di NTT. Tidak hanya tampil membawa identitas daerah masing-masing, tetapi juga kami belajar menghargai keberagaman,”jelas Kristin.

Sepanjang perjalanan menuju Saboak Taman Nostalgia, ribuan warga turut memadati sisi jalan untuk menyaksikan parade budaya yang menampilkan kekayaan tradisi Nusa Tenggara Timur. Beragam penampilan kreatif dari setiap kontingen menghadirkan suasana meriah sekaligus menjadi etalase keberagaman budaya.

Selain menjadi ajang pelestarian budaya, karnaval juga membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Ramainya peserta dan pengunjung membuat kawasan Saboak dipenuhi aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang kuliner, penjual minuman, hingga pelaku usaha jasa yang turut merasakan peningkatan aktivitas ekonomi selama kegiatan berlangsung.

Pertamina Patra Niaga Turunkan Harga Pertamax Series Mulai 1 Agustus 2026

Tak hanya menampilkan seni dan budaya, setiap kontingen juga menyisipkan berbagai pesan edukatif melalui kostum, miniatur, dan atraksi teatrikal. Isu-isu seperti pelestarian lingkungan, pengelolaan sampah, literasi digital, pencegahan stunting, perlindungan anak, ketahanan pangan, hingga pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman menjadi bagian dari pesan yang disampaikan kepada masyarakat.

Karnaval Budaya menjadi salah satu rangkaian Jambore Daerah Gerakan Pramuka NTT 2026 yang digelar sebagai wadah pembinaan generasi muda sekaligus mempererat persaudaraan antarkontingen dari seluruh Nusa Tenggara Timur. Melalui kegiatan ini, Gerakan Pramuka tidak hanya memperkuat nilai-nilai karakter, tetapi juga menghadirkan ruang promosi budaya, edukasi publik, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

(Lid)

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement