GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Program Sigap TPID NTT

TPID NTT Lewat Program SIGAP Cabai Dorong Hilirisasi Hasil Panen di Sekolah

IDETORIAL.com, Kupang – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terus memperkuat strategi pengendalian inflasi pangan melalui Program Sinergi Pengendalian Inflasi dan Hilirisasi (SIGAP) Cabai.

Program ini tidak hanya mengajarkan budidaya cabai di lingkungan sekolah, tetapi juga mendorong hilirisasi hasil panen menjadi produk olahan bernilai ekonomi tinggi yang dapat menopang kewirausahaan sekolah.

Program tersebut melibatkan 49 SMA/SMK sederajat di Kota Kupang dengan sekitar 200 peserta yang mengikuti pelatihan budidaya cabai di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang.

Setelah mendapatkan pembekalan teknis, setiap sekolah akan menerima bibit serta sarana pendukung untuk mengembangkan kebun cabai di lingkungan sekolah.

Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT, Selfi H. Ngane, mengatakan SIGAP Cabai dirancang agar sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar secara akademik, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran praktik yang mampu menghasilkan produk unggulan berbasis pertanian.

Bappenas Perkuat Upaya Penurunan Kematian Ibu dan Anak

Menurutnya, program tersebut diharapkan melahirkan sekolah-sekolah yang produktif dan kreatif melalui pengembangan urban farming yang sejalan dengan konsep One School One Product (OSOP). Selain memperkuat ketahanan pangan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas inflasi pangan di Kota Kupang.

“Hasil budidaya cabai nantinya tidak berhenti pada proses panen, tetapi dikembangkan melalui hilirisasi menjadi berbagai produk olahan yang memiliki nilai tambah,” ujar Selfi H. Ngane, saat membuka kegiatan SIGAP Cabai, Sabtu, 25 Juli 2026.

Cabai yang dipanen akan diolah menjadi beragam produk, seperti sambal, cabai bubuk, hingga pasta cabai. Pengolahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai jual hasil panen sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru bagi program kewirausahaan sekolah.

“Inovasi produk hasil urban farming diharapkan mampu memperkuat kewirausahaan sekolah, diversifikasi pangan lokal, serta mendukung pengendalian inflasi pangan di Kota Kupang,” tambah Selfi

Melalui proses hilirisasi, para siswa juga didorong mengembangkan kreativitas dalam menciptakan inovasi produk, mulai dari pengembangan cita rasa, desain kemasan, hingga strategi pemasaran. Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk keterampilan berwirausaha sejak dini sekaligus memperkenalkan konsep rantai nilai pertanian kepada generasi muda.

Organisasi Pers Desak Presiden Prabowo Minta Maaf atas Pernyataan “Londo Ireng”

TPID NTT menilai penguatan urban farming dan hilirisasi komoditas cabai di lingkungan sekolah menjadi langkah strategis untuk meningkatkan ketersediaan pangan lokal sekaligus mengurangi gejolak harga salah satu komoditas penyumbang inflasi.

Dengan menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, sekolah diharapkan mampu menciptakan ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan serta menjadi contoh pengembangan pertanian perkotaan di Kota Kupang.

SIGAP Cabai merupakan wujud kerja sama lintas sektoral TPID bersama BBPP Kupang untuk mengembangkan kewirausahaa siswa/i SMA/K se-Kota Kupang sesuai praktik budidaya best practices. (Lid)

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement