IDETORIAL.com, Kupang – Pemerintah Kota Kupang bersama Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan QRIS Parkir Kota Kupang, sebuah sistem pembayaran parkir non-tunai yang diharapkan menjadi langkah awal digitalisasi layanan publik, sekaligus memperluas penggunaan transaksi digital di masyarakat.
Implementasi QRIS Parkir merupakan bentuk nyata sinergi Pemerintah Kota Kupang dengan Bank Indonesia dalam menghadirkan layanan publik yang lebih modern, mudah diakses, dan akuntabel. Digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, praktis, aman, dan efisien bagi masyarakat.
“Kota Kupang semakin serius mempercepat transformasi ekonomi digital, QRIS Parkir menjadi langkah strategis dalam memperluas digitalisasi layanan publik,”terang Sekda Kota Kupang, Jefri Pelt, Senin, 13 Juli 2026.
Menurut dia, sistem ini diharapkan menghadirkan pembayaran parkir yang lebih mudah, transparan, dan akuntabel sekaligus mendukung tata kelola pemerintahan yang semakin modern. Pemerintah Kota Kupang akan terus mendukung pengembangan transaksi digital di berbagai sektor pelayanan publi, sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi digital yang inklusif.
Penyelenggaraan Kupang Digital Fest juga memberi dampak positif terhadap perekonomian daerah. Selain meningkatkan literasi masyarakat mengenai transaksi digital, festival tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan penjualan melalui pembayaran berbasis QRIS.
“Digitalisasi bukan sekadar tentang teknologi, tetapi bagaimana teknologi mampu mempermudah aktivitas masyarakat dan menggerakkan perekonomian daerah,” tambah Jefri.
Sementara itu, Deputi Bidang Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Provinsi NTT, Rio Khasananda, mengungkapkan antusiasme masyarakat selama penyelenggaraan Kupang Digital Fest tercermin dari tingginya penggunaan QRIS.
Selama dua hari pelaksanaan kegiatan, kata Rio, tercatat ribuan transaksi menggunakan QRIS dengan nilai transaksi UMKM yang terus meningkat. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembayaran digital semakin diterima masyarakat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Festival ini dirancang agar masyarakat dapat merasakan langsung kemudahan, kecepatan, dan keamanan bertransaksi menggunakan QRIS. Kami berharap penggunaan QRIS menjadi kebiasaan dalam aktivitas ekonomi sehari-hari,” ujarnya.
Rio juga berharap peluncuran QRIS Parkir menjadi awal dari semakin luasnya penerapan digitalisasi pada berbagai layanan publik di Kota Kupang, sehingga mampu memperkuat inklusi keuangan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Penutupan Kupang Digital Fest 2026 turut dirangkaikan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai kompetisi yang digelar selama festival. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kota Kupang, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank NTT, perbankan, instansi vertikal, serta pelaku UMKM. (lid)