GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Rilis BPS NTT

BPS : Meski Ekspor Turun, Neraca Perdagangan NTT Januari–Mei 2026 Surplus US$24,83 Juta

IDETORIAL.com, Kupang – Neraca perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sepanjang Januari hingga Mei 2026, masih mencatatkan kinerja positif.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, neraca perdagangan NTT mengalami surplus sebesar US$24,83 juta, meskipun nilai ekspor dan impor sama-sama mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Rilis Berita Resmi BPS, Rabu, 1 Juli 2026, menerangkan bahwa nilai ekspor NTT selama Januari–Mei 2026 mencapai US$26,77 juta. Angka tersebut turun 14,88 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Penurunan juga terjadi pada ekspor nonmigas. Selama lima bulan pertama tahun ini, ekspor nonmigas tercatat sebesar US$25,38 juta atau turun 16,86 persen dibandingkan Januari–Mei 2025.

Secara bulanan, nilai ekspor NTT pada Mei 2026 mencapai US$6,61 juta atau menurun 13,49 persen dibandingkan Mei tahun sebelumnya. Sementara ekspor nonmigas pada bulan yang sama sebesar US$6,39 juta, turun 14,41 persen secara tahunan.

Ombudsman Rampungkan Pengawasan Haji 2026, Soroti Rekrutmen Petugas hingga Fasilitas Embarkasi

Di sisi lain, nilai impor mengalami penurunan yang lebih dalam. Sepanjang Januari–Mei 2026, impor NTT tercatat sebesar US$1,94 juta dengan volume mencapai 5.605,10 ton. Nilai tersebut merosot 46,29 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Penurunan impor juga terlihat pada kinerja Mei 2026. Nilai impor hanya mencapai US$0,26 juta atau turun tajam 80,99 persen dibandingkan Mei 2025.

Meskipun aktivitas perdagangan luar negeri mengalami perlambatan akibat menurunnya ekspor, penurunan impor yang jauh lebih besar membuat neraca perdagangan NTT tetap berada di zona surplus. Surplus sebesar US$24,83 juta menunjukkan nilai ekspor masih jauh melampaui impor selama lima bulan pertama 2026.

Data tersebut menjadi gambaran bahwa kinerja perdagangan luar negeri NTT masih mampu memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah. Namun, penurunan nilai ekspor menjadi catatan penting yang perlu diantisipasi melalui penguatan daya saing komoditas unggulan dan perluasan akses pasar ekspor.(lid)

Inflasi NTT Capai 3,56 Persen, Kota Kupang Tertinggi pada Juni 2026

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement