IDETORIAL.com, Kupang – Program Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak) genap berusia satu tahun. Perayaan hari jadi yang digelar di Taman Nostalgia, Minggu, 21 Juni 2026, menjadi momentum refleksi atas perjalanan Saboak yang kini berkembang menjadi ruang ekonomi kreatif, pemberdayaan UMKM, sekaligus ikon baru Kota Kupang.
Wali Kota Kupang, Chris Widodo, mengatakan keberhasilan Saboak merupakan bukti nyata, bahwa kolaborasi dapat melahirkan program yang berdampak besar bagi masyarakat, meski dengan keterbatasan anggaran daerah.
“Saya dari lubuk hati yang paling dalam, ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkolaborasi menjaga Saboak, hingga bisa bertahan dan berkembang sampai hari ini,” ujar Christian dalam sambutannya.
Menurutnya, gagasan menghadirkan Saboak lahir dari keinginan Pemerintah Kota Kupang untuk menghidupkan Taman Nostalgia, agar tidak hanya menjadi ruang terbuka hijau, tetapi juga ruang publik yang produktif dan memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, saat dirinya bersama Wakil Wali Kota Serena Francis mulai memimpin Kota Kupang, ruang fiskal daerah sangat terbatas. Namun melalui efisiensi anggaran dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perbankan, BUMN, komunitas, dan sponsor, Saboak akhirnya dapat diwujudkan.
“Program ini membuktikan bahwa keberhasilan tidak selalu ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi oleh kekuatan kolaborasi dan kemauan untuk bekerja bersama,” katanya.
Dalam satu tahun pelaksanaannya, Saboak mencatat capaian ekonomi yang signifikan. Total perputaran uang yang terjadi selama kegiatan berlangsung mencapai sekitar Rp6,3 miliar, dengan rata-rata transaksi mencapai Rp80 juta setiap pekan.
“Ini adalah uang yang berputar untuk masyarakat. Pemerintah Kota tidak mengambil retribusi dari lapak-lapak yang ada. Semua benar-benar untuk dan oleh masyarakat,” tegasnya.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Pemerintah Kota Kupang saat ini tengah mengkaji pengembangan Saboak dengan menambah hari pelaksanaan menjadi tiga hari, yakni Jumat, Sabtu, dan Minggu. Selain itu, pemerintah berencana menambah jumlah lapak, memperkuat pengamanan, meningkatkan fasilitas penerangan, serta membangun pos Satuan Polisi Pamong Praja di kawasan Taman Nostalgia.
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, menilai Saboak telah menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, pelaku UMKM, komunitas, sponsor, dan masyarakat dalam satu ekosistem ekonomi yang saling mendukung.
Ia mengakui perjalanan Saboak tidak selalu berjalan mulus. Tantangan cuaca, terutama saat musim hujan, sempat menjadi kendala bagi para pelaku usaha. Namun pemerintah terus berupaya menghadirkan solusi, termasuk pengembangan platform digital untuk membantu pemasaran produk UMKM.
“Ke depan, Pemerintah Kota Kupang akan terus memperkuat kolaborasi dengan semua pihak agar Saboak semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Serena.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum, Bawono Ika Sutomo, mengajak para pelaku UMKM memanfaatkan momentum satu tahun Saboak untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), khususnya pendaftaran merek usaha.
Menurutnya, pendaftaran merek memberikan kepastian hukum, meningkatkan reputasi usaha, memperkuat nilai ekonomi produk, serta melindungi pelaku usaha dari potensi penggunaan merek oleh pihak lain.
“Pendaftaran merek menjadi langkah penting agar identitas usaha terlindungi secara hukum dan memiliki nilai tambah dalam pengembangan bisnis,” ujarnya.
Bawono juga mengungkapkan rencana pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual di daerah guna mempermudah masyarakat mengakses layanan pendaftaran HKI tanpa harus datang langsung ke kantor Kementerian Hukum.
Satu tahun perjalanan Saboak menunjukkan bahwa sebuah ruang publik dapat berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan kreativitas masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak, Pemerintah Kota Kupang optimistis Saboak akan terus tumbuh sebagai ikon kota sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan. (lid)