GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
kegiatan Training of Trainers (ToT) Literasi Keuangan, CBP Rupiah dan Pelindungan Konsumen

BI NTT Bekali Pegawai BP3MI dengan Literasi Keuangan, Pelindungan Konsumen dan Cinta Rupiah

IDETORIAL.com, Kupang – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terus memperkuat program literasi bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui kegiatan Training of Trainers (ToT), yang berlangsung secara hybrid diikuti oleh 20 pegawai Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI).

Pelatihan ini merupakan bagian dari kolaborasi Bank Indonesia dan BP3MI NTT, dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, agar mampu menjadi agen edukasi bagi PMI dan calon PMI, khususnya terkait digitalisasi sistem pembayaran, pelindungan konsumen, dan program Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah.

Deputi Kepala Perwakilan KPwBI Provinsi NTT, Didiet Aditya Budi Prabowo, menegaskan pentingnya peningkatan literasi keuangan, dan pemahaman masyarakat terhadap pelindungan konsumen di tengah pesatnya perkembangan transaksi digital.

Menurutnya, masyarakat perlu semakin waspada terhadap berbagai modus penipuan digital yang marak terjadi, seperti panggilan telepon atau pesan WhatsApp yang meminta data kartu debit, kartu kredit, maupun informasi pribadi lainnya dengan berbagai iming-iming keuntungan.

“Merchant, toko maupun perbankan tidak akan pernah meminta data pribadi nasabah untuk keperluan transaksi. Karena itu masyarakat harus lebih berhati-hati dan segera melaporkan jika menemukan indikasi penipuan,” ujarnya, dalam rilis tertulis, Sabtu, 20 Juni 2026.

BI NTT-TPID Flores Tengah Perkuat Strategi Kendalikan Inflasi dan Percepat Digitalisasi

Didiet juga mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip pelindungan konsumen melalui slogan “Kalau Ragu, Stop Dulu” sebelum mengambil keputusan dalam bertransaksi.

Selain itu, edukasi CBP Rupiah dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengenali ciri-ciri keaslian uang Rupiah sekaligus mencegah peredaran uang palsu yang masih ditemukan di tengah masyarakat.

Sementara itu, Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamida, menekankan pentingnya pembekalan literasi keuangan bagi pekerja migran agar mampu memanfaatkan layanan keuangan secara bijak serta memahami risiko yang dapat muncul seiring berkembangnya teknologi digital.

“Pemahaman yang baik mengenai layanan keuangan dan transaksi digital menjadi bekal penting bagi pekerja migran untuk mengelola keuangan secara aman dan terhindar dari berbagai bentuk kejahatan digital,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh berbagai materi penguatan kapasitas, antara lain pengelolaan keuangan dan public speaking yang disampaikan Dosen Akuntansi Universitas Katolik Widya Mandira, Beatrix Yunarti Manehat. Selain itu, tim KPwBI Provinsi NTT memberikan materi mengenai sistem pembayaran non-tunai, pelindungan konsumen, serta program Cinta, Bangga, Paham Rupiah.

Pemkot Kupang – Plan Indonesia Perkuat Akses Air Bersih Berkelanjutan Lewat Program CERAH

Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperluas edukasi terkait sistem pembayaran yang aman, inklusif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Melalui pelatihan ini, pegawai BP3MI NTT diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan edukasi bagi PMI dan calon PMI dalam memahami penggunaan layanan pembayaran digital secara aman, meningkatkan kesadaran pelindungan konsumen, serta menumbuhkan kecintaan, kebanggaan, dan pemahaman terhadap Rupiah sebagai simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Lid)

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement