IDETORIAL.com, Kupang – Perum Bulog Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), terus mengoptimalkan pelaksanaan penugasan pemerintah, dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, melalui percepatan distribusi Bantuan Pangan Beras bagi masyarakat, serta penyaluran beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Penyaluran Bantuan Pangan Beras saat ini terus berjalan secara bertahap di seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur. Hingga saat ini, realisasi distribusi bantuan pangan telah mencapai 63,74 persen dari total Penerima Bantuan Pangan (PBP) di NTT.
Bulog bersama pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan, terus berupaya mempercepat penyaluran agar seluruh penerima, dapat segera menerima haknya.
Selain menyalurkan bantuan pangan, Bulog Kanwil NTT juga terus menjalankan program SPHP sebagai instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga beras di pasaran.
Sejak penugasan SPHP tahun 2026 dimulai pada bulan Maret hingga saat ini, Bulog Kanwil NTT telah menyalurkan sebanyak 11.344 ton beras SPHP, melalui berbagai saluran distribusi yang telah ditetapkan. Penyaluran ini bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan beras di pasar sekaligus menjaga harga tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil NTT, Arrahim K. Kanam, Minggu, 7 Juni 2026 menyampaikan bahwa, kombinasi antara penyaluran Bantuan Pangan dan beras SPHP, merupakan langkah yang efektif dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga beras di pasar.
Penyaluran Bantuan Pangan dan beras SPHP dilakukan secara bersamaan, untuk memastikan ketersediaan beras tetap terjaga, serta membantu masyarakat memperoleh akses terhadap pangan, dengan harga yang terjangkau.
“Kombinasi kedua program ini, terbukti efektif dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasar, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur,” ujar Arrahim K. Kanam.
Lebih lanjut, Arrahim menegaskan bahwa, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras pemerintah. Saat ini, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola oleh Bulog Kanwil NTT, berada dalam kondisi aman dan mencukupi, untuk memenuhi kebutuhan penyaluran program pemerintah maupun kebutuhan intervensi pasar apabila diperlukan.
“Bulog memastikan bahwa stok CBP yang kami kelola saat ini, dalam kondisi aman dan mencukupi. Kami akan terus menjalankan penugasan pemerintah secara optimal, untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, serta mendukung ketahanan pangan masyarakat di NTT,” tambahnya.
Perum Bulog Kanwil NTT berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan guna memastikan program bantuan pangan dan stabilisasi pangan, dapat berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.
Bulog NTT mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, karena stok beras nasional saat ini dalam kondisi sangat mencukupi. Bulog bersama Badan Pangan Nasional dan seluruh pemangku kepentingan akan terus bekerja dan bersinergi, untuk memastikan ketersediaan pasokan, menjaga stabilitas harga beras, serta memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.
“Masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah terus hadir untuk menjaga ketahanan pangan nasional,” tutup Arrahim K. Kanam. (lid)