IDETORIAL.com, Kupang – Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada awal tahun 2026 menunjukkan tren yang beragam. Nilai ekspor mengalami penurunan, sementara impor pada April 2026 justru melonjak signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan data rilis BPS NTT terbaru, Rau, 3 Juni 2026, nilai ekspor NTT selama Januari hingga April 2026 mencapai US$20,16 juta. Angka tersebut turun 15,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Penurunan juga terjadi pada ekspor nonmigas yang tercatat sebesar US$18,99 juta atau merosot 17,66 persen dibandingkan Januari–April 2025.
Secara bulanan, nilai ekspor NTT pada April 2026 mencapai US$5,98 juta atau turun tipis 0,06 persen dibandingkan April tahun lalu. Sementara ekspor nonmigas pada bulan yang sama tercatat sebesar US$5,56 juta, turun 4,36 persen secara tahunan.
Di sisi lain, aktivitas impor menunjukkan perkembangan berbeda. Selama Januari hingga April 2026, nilai impor NTT tercatat sebesar US$1,67 juta dengan total volume mencapai 4.639,42 ton. Meski demikian, nilai tersebut masih lebih rendah 24,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Namun pada April 2026, nilai impor NTT mencapai US$0,43 juta atau melonjak 274,18 persen dibandingkan April 2025. Lonjakan ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas pemasukan barang dari luar negeri pada bulan tersebut.
Meski ekspor mengalami kontraksi pada empat bulan pertama tahun 2026, neraca perdagangan NTT masih menunjukkan surplus karena nilai ekspor tetap jauh lebih besar dibandingkan impor.
Kondisi ini menjadi perhatian bagi pelaku usaha dan pemerintah daerah untuk terus memperkuat daya saing produk ekspor daerah sekaligus mendorong diversifikasi komoditas unggulan guna meningkatkan kinerja perdagangan internasional NTT. (Lid)