IDETORIAL.com,- Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, menegaskan bahwa sekolah harus menjadi pusat pembinaan olahraga cricket di Kota Kupang melalui peran aktif guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).
Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkenalkan cricket sejak dini sekaligus mencetak atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Penegasan itu disampaikan Serena saat menutup Sosialisasi Olahraga Cricket bagi Guru PJOK se-Kota Kupang di GOR Futsal Oepoi, Minggu 19 Juli 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 16–18 Juli 2026, diikuti 59 guru PJOK dari jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK se-Kota Kupang.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Nusa Tenggara Timur, Ince Sayuna , Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang Alan Girsang, serta Ketua Panitia Frengki Amalo.
Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum PCI Kota Kupang periode 2026–2030, Serena menilai guru PJOK merupakan ujung tombak pengembangan cricket karena berperan langsung mengenalkan olahraga tersebut kepada peserta didik.
Menurutnya, bekal pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama sosialisasi perlu diterapkan secara berkelanjutan di sekolah agar pembinaan atlet berlangsung secara sistematis.
“Guru PJOK adalah fasilitator pertama yang mengenalkan olahraga baru kepada peserta didik. Pemerintah Kota Kupang siap mendukung keberlanjutan program pembinaan ini agar lahir atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama Kota Kupang di tingkat regional, nasional, maupun internasional,” ujar Serena.
Ketua Panitia, Frengki Amalo, menjelaskan para peserta memperoleh materi mulai dari sejarah cricket, pengenalan peralatan, aturan dasar permainan, aspek keselamatan berolahraga, hingga praktik teknik dasar. Kegiatan juga dilengkapi pre-test, post-test, dan simulasi pertandingan untuk memastikan peserta memahami materi yang diberikan.
Ia berharap para guru dapat menjadi penggerak pengembangan cricket di sekolah sekaligus berperan menemukan dan membina bibit atlet potensial.
Sementara itu, Ketua Umum PCI NTT, Ince Sayuna, mengapresiasi tingginya antusiasme peserta selama mengikuti pelatihan. Menurutnya, keterlibatan dunia pendidikan menjadi kunci memperluas pembinaan cricket di Nusa Tenggara Timur.
Ia menambahkan, NTT memiliki modal besar untuk mengembangkan cabang olahraga tersebut karena telah memiliki lapangan cricket bertaraf internasional yang dapat dimanfaatkan sebagai pusat pembinaan dan peningkatan prestasi.
“Fasilitas yang kita miliki harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan prestasi cricket NTT, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Penutupan kegiatan berlangsung meriah dengan yel-yel “Cricket Kota Kupang, Kota Kasih, Kota Juara!” yang menggambarkan optimisme seluruh peserta terhadap masa depan cricket di Kota Kupang.
Melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, dan organisasi olahraga, pembinaan cricket diharapkan semakin terarah dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi dari Kota Kupang.(Lid)