IDETORIAL.com, Kupang — Semangat kemerdekaan tidak selalu harus diwujudkan melalui seremoni besar. Di tengah masyarakat, kemerdekaan dapat dimaknai melalui kebersamaan, persaudaraan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama.
Semangat tersebut terlihat dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar Keluarga Besar Keka Daleholu Kota Kupang di Lapangan Futsal GMIT Hararat Oebobo, Jumat 15 Agustus 2026.
Membuka kegiatan tersebut, Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, mengapresiasi inisiatif Keka Daleholu yang melibatkan keluarga besar dari lima wilayah di Kota Kupang.
Menurut Serena, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ruang hiburan dan perlombaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antaranggota keluarga serta membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.
“Saya memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Keluarga Besar Keka Daleholu yang telah mengambil bagian dalam memeriahkan kemerdekaan. Kegiatan ini bukan hanya tentang perlombaan, tetapi tentang bagaimana kita memperkuat persaudaraan, kebersamaan, sportivitas, dan kepedulian sosial,” ujar Serena.
Ia menilai upaya menghimpun keluarga besar dari lima wilayah bukan hal yang sederhana. Dibutuhkan waktu, tenaga, pikiran, dan pengorbanan agar seluruh anggota dapat berkumpul dalam satu rangkaian kegiatan.
Karena itu, Serena memberikan penghargaan kepada panitia dan seluruh keluarga besar Keka Daleholu yang dinilai mampu menjaga semangat persaudaraan sekaligus menghadirkan kegiatan yang memberi manfaat bagi masyarakat.
“Tidak mudah mengumpulkan dan menyatukan seluruh keluarga besar dari lima wilayah. Ada waktu, tenaga, pikiran, dan pengorbanan yang diberikan. Karena itu, saya menyampaikan penghargaan kepada seluruh keluarga besar Keka Daleholu,” katanya.
Serena juga menyoroti rangkaian kegiatan yang tidak berhenti pada perlombaan. Selain futsal, tarik tambang, catur, vocal group, dan lari karung, Keka Daleholu menggelar bakti sosial berupa pembersihan lingkungan di kawasan Pantai Batu Kepala serta aksi donor darah.
Menurut Serena, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan dapat diisi dengan aksi sederhana yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
Aksi membersihkan lingkungan, kata dia, sejalan dengan upaya menjaga Kota Kupang tetap bersih dan sehat. Sementara donor darah menjadi bentuk kepedulian kemanusiaan yang manfaatnya dapat dirasakan oleh orang lain.
“Ini yang perlu terus kita dorong. Kemerdekaan bukan hanya dirayakan, tetapi diisi dengan hal-hal yang bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga sportivitas selama mengikuti perlombaan. Baginya, kemenangan dalam kompetisi bukanlah tujuan utama dibandingkan persaudaraan yang harus tetap terjaga.
“Menang atau kalah itu biasa. Yang terpenting adalah menjaga sportivitas, memelihara persaudaraan, dan merawat kebersamaan agar semakin erat,” tegas Serena.
Lebih jauh, Serena mengatakan pembangunan Kota Kupang tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Partisipasi masyarakat, termasuk paguyuban dan perkumpulan keluarga, menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
“Kita membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Keka Daleholu juga merupakan bagian penting dari kekuatan masyarakat Kota Kupang,” ujarnya.
Ia mengajak keluarga besar Keka Daleholu mempertahankan semangat kebersamaan tersebut dan menjadikannya sebagai kekuatan untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.
“Mari kita bersama-sama mewujudkan Kota Kupang sebagai Kota Kasih, rumah bersama yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan,” ajaknya.
Ketua Panitia Pelaksana, Pance Malelak, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut digelar untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme, mempererat tali persaudaraan, serta membangun suasana kebersamaan dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari, 14–16 Agustus 2026. Sebanyak 314 peserta dari lima wilayah Keluarga Besar Keka Daleholu se-Kota Kupang mengikuti berbagai mata lomba.
Selain perlombaan, panitia juga menggelar aksi sosial berupa pembersihan lingkungan di kawasan Pantai Batu Kepala dan donor darah.
Pance berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi terus menjadi ruang untuk menumbuhkan nasionalisme, persaudaraan, kebersamaan, dan kepedulian sosial di lingkungan Keka Daleholu maupun masyarakat Kota Kupang.
Bagi Serena, semangat seperti yang ditunjukkan Keka Daleholu menjadi contoh bahwa kemerdekaan dapat diisi dari lingkungan terdekat—dengan berkumpul, saling menguatkan, bergotong royong, dan melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi sesama. (Lid)