IDETORIAL.com, Kupang – Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRD, Tellend Daud mengemukan bahwa Direktur Utama (Dirut) Perumda Air Minum, Isodorus Lilijawa dan manajemen tidak inovatif mengembangkan bisnis air di Kota Kupang.
“Perumda jangan hanya fokus pada bisnis air baku, tapi bagaimana berpikir bisnis air minum yang lain, ini kan perusahaan umum air minum, misalnya pengembangan usaha untuk air kemasan atau air isi ulang,”tandas Tellend, Rabu, 22 April 2026
Ia menambahkan, Perumda Air Minum jangan hanya bicara tentang pengembangan jaringan air baku tapi pengembangan bisnis, tapi minimal ada bisnis lain yang berhubungan dengan bisnis air. Ia mencontohkan Pemerintah Sabu saja mampu inovasi dengan bisnis air kemasan, seharusnya Perumda juga mampu melakukan hal ini.
Perubahan status dari PDAM ke Perumda, tambah Tellen Daud, berarti berbeda pula orientasinya, jika saat masih berstatus PDAM berarti orientasinya pada pemberian pelayanan maksimal terhadap kebutuhan air baku [mandi,cuci,kakus], namun sejak perubahan status menjadi Perumda atau perusahaan umum daerah, seharusnya orientasi perusahaan salah satu mendatangkan profit atau keuntungan yang berkontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Tellen juga mengemukakan, pada masa kepemimpinan sebelumnya, telah dialokasikan penyertaan modal sebesar Rp.2,5milliar, namun laporan keuangan tidak jelas, dipertanyakan namun sama sekali tidak ada kejelasan, hingga telah dianggap dana tersebut sudah dipakai untuk pengembangan jaringan dan rencana bisnis lain.
“Jangan mengharapkan dana penyertaan modal dari pemerintah, tapi orientasi profit masih jauh dari harapan,”tegas Tellend
Sebelumnya, dalam paparan penjelasan Perumda Air Minum yang dibacakan Kepala Satuan Pengawas Internal (KSPI) Perumda Air Minum Kota Kupang, Romy Seran, meminta penyertaan modal yang tidak pernah didapatkan sejak tahun 2023, namun kenyataannya Perumda dituntut ekspansi cakupan layanan terutama dari sumber SPAM Kali Dendeng dan Pemkot Kupang diminta untuk melakukan sambungan rumah sebanyak 15ribu, tapi Perumda Air Minum baru mampu melayani sebanyak 4.556 pelanggan aktif dan masih tersisa sisa sekitar 10ribu lebih yang harus menjadi tanggung jawab Pemkot Kupang, sehingga butuh intervensi penyertaan modal pemerintah,
“Kalau dituntut dari upaya internal perusahaan sendiri, cashflow kami tidak mencukupi untuk bisa mencapai 10ribu pelanggan, dalam waktu yang cukup singkat untuk maksimalkan SPAM Kali Dendeng,”terang Rommy.
Data Perumda Air Minum Kota Kupang, cakupan layanan jaringan Sambungan Rumah (SR), baru 19,02 persen dengan jumlah 18.763 pelanggan, dengan kapasitas produksi total 346,9liter/detik terdiri dari 40 sumber yakni, 2 air permukaan, 28 sumur bor dan 10 sumber air yang kerjasama dengan masyarakat. (*)