IDETORIAL.com, Kupang – 59 perguruan tinggi teologi dari berbagai daerah di Indonesia akan terhubung di Kota Kupang melalui Kongres Nasional Mahasiswa Teologi se-Indonesia (KNMTI), 7–11 September 2026.
Sebanyak 50 mahasiswa dijadwalkan hadir mengikuti persidangan, diskusi ilmiah, dan kegiatan lapangan, menjadikan Kupang sebagai ruang perjumpaan dan pembelajaran mahasiswa teologi dalam forum berskala nasional.
Pemerintah Kota Kupang menyambut baik pelaksanaan KNMTI tersebut. Wali Kota Kupang Chris Widodo menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk mendukung dan berkolaborasi dengan Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) sebagai tuan rumah kegiatan.
Dukungan itu disampaikan Christian saat menerima audiensi pimpinan Fakultas Teologi UKAW Kupang di Rumah Jabatan Wali Kota, Senin, 31 Agustus 2026.
Chris menilai KNMTI bukan sekadar forum akademik. Kehadiran mahasiswa dari 59 perguruan tinggi teologi juga menjadi kesempatan bagi mereka untuk saling belajar dan bertukar pengalaman, sekaligus mengenal lebih dekat Kota Kupang dan kehidupan masyarakat Nusa Tenggara Timur.
“Bagi kami, kedatangan mahasiswa dari berbagai daerah adalah kesempatan yang baik untuk saling belajar dan berbagi. Mereka bukan hanya datang untuk mengikuti kongres, tetapi juga akan melihat dan mengenal Kota Kupang lebih dekat,” ujar Chris.
Ia memastikan Pemkot Kupang siap memberikan dukungan dan fasilitasi sesuai kewenangan serta kemampuan daerah agar peserta merasa nyaman selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Kita tentu ingin para peserta merasa nyaman selama berada di Kota Kupang. Kalau ada kebutuhan yang bisa kami dukung dan fasilitasi, pemerintah kota akan berupaya membantu sesuai dengan kemampuan yang ada,” katanya.
Chris juga mendorong agar skala nasional KNMTI dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi Kota Kupang kepada peserta dari berbagai daerah.
Ia merekomendasikan Gedung Dekranasda Kota Kupang sebagai salah satu lokasi kunjungan untuk mengenal kerajinan tenun dan pakaian adat. Kawasan Saboak di Taman Nostalgia juga dinilai dapat menjadi ruang bagi peserta untuk melihat aktivitas publik dan geliat ekonomi kreatif masyarakat.
“Kita punya banyak hal yang bisa diperkenalkan, mulai dari tenun, pakaian adat, kuliner, sampai ruang-ruang kreatif yang tumbuh di Kota Kupang. Saya berharap peserta tidak hanya pulang membawa hasil kongres, tetapi juga membawa cerita baik tentang Kota Kupang,” ungkapnya.
KNMTI digagas oleh Persekutuan Sekolah-Sekolah Teologi di Indonesia (PERSETIA) dan akan berlangsung di Kampus Fakultas Teologi UKAW Kupang.
Kongres mengangkat tema “Liturgi Kehidupan dan Spiritualitas”, dengan rangkaian kegiatan meliputi persidangan, diskusi ilmiah, serta eksposur lapangan.
Dekan Fakultas Teologi UKAW, Pdt. Drs. Maria Regina Adolfina Pada, S.Th., mengatakan sekitar 50 mahasiswa akan mewakili 59 perguruan tinggi teologi dalam kegiatan tersebut.
Selain agenda utama kongres, peserta dijadwalkan mengunjungi sejumlah instansi teknis, cagar budaya, serta destinasi di Kota Kupang.
“Rangkaian yang dijadwalkan ini, semoga dapat memperluas wawasan peserta sekaligus memberikan pengalaman langsung mengenai kehidupan sosial, budaya, dan potensi Nusa Tenggara Timur,”jelas Maria.
Dengan melibatkan puluhan perguruan tinggi teologi dari berbagai daerah, KNMTI menjadi momentum bagi Kota Kupang untuk memperkuat perannya sebagai ruang perjumpaan, pembelajaran, dan pertukaran gagasan mahasiswa tingkat nasional.
(Lid)