GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Kondisi rumah bayi Calvin dan orangtuanya

Di Balik 66 Ribu Balita Stunting NTT, Ada Calvin yang Berjuang Tumbuh

IDETORIAL.com, Kupang – Di balik angka 66.195 balita stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT), ada kisah anak-anak yang setiap hari berjuang untuk tumbuh. Salah satunya adalah Calvin, bayi berusia delapan bulan di Kota Kupang.

Di usia tersebut, berat badan Calvin tercatat hanya 5,6 kilogram dan berada di garis merah dalam pemantauan pertumbuhan di Posyandu Mawar, Kota Kupang.

Bagi orangtuanya, angka 5,6 kilogram bukan sekadar catatan pada kartu pemantauan. Angka itu menjadi pengingat bahwa masih ada perjuangan yang harus dilakukan, agar pertumbuhan Calvin dapat terus dipantau dan ditingkatkan.

“Iya, Calvin stunting dan berat badannya harus dinaikkan lagi. Sementara dalam penanganan di Puskesmas Oebobo,” ujar orangtua Calvin, Selasa, 2 September 2026.

Kini, Calvin berada dalam pemantauan tenaga kesehatan. Berat badannya terus diperhatikan sebagai bagian dari upaya memastikan pertumbuhan dan kondisi kesehatannya mendapatkan penanganan yang sesuai.

Agrinas Palma Nusantara Salurkan Bantuan untuk 1.560 Warga Terdampak Gempa NTT

Calvin Hanya Satu dari Puluhan Ribu Anak

Kisah Calvin merupakan gambaran kecil dari persoalan yang jauh lebih besar di NTT.

Data Badan Pusat Statistik dalam Profil Kesehatan Provinsi NTT 2025 mencatat sebanyak 66.195 balita mengalami stunting, atau 20,07 persen dari balita yang tercatat.

Dengan angka tersebut, secara sederhana sekitar satu dari lima balita di NTT tercatat mengalami stunting.

Dari total tersebut, 17.059 balita masuk kategori sangat pendek dan 49.136 balita berada dalam kategori pendek. Sesuai keterangan dalam Profil Kesehatan NTT, stunting merupakan gabungan dari kategori sangat pendek dan pendek.

Di balik angka itu terdapat ribuan keluarga yang menjalani proses pemantauan pertumbuhan anak, mulai dari penimbangan di posyandu hingga pendampingan di fasilitas kesehatan.

Wali Kota Kupang Tinjau Plafon Sekolah yang Rusak, Perbaikan Diusulkan dalam APBD Perubahan

Kota Kupang Catat 3.258 Balita

Di Kota Kupang, sebanyak 3.258 balita tercatat mengalami stunting pada 2025. Persentasenya mencapai 16,58 persen, lebih rendah dibandingkan rata-rata NTT sebesar 20,07 persen.

Dari jumlah tersebut, 788 balita masuk kategori sangat pendek dan 2.470 balita kategori pendek.

Angka tersebut memperlihatkan bahwa meskipun Kota Kupang berada di bawah rata-rata provinsi, persoalan stunting tetap menyentuh ribuan anak.

Calvin menjadi salah satu wajah dari angka tersebut.

Di posyandu, proses pemantauan menjadi bagian penting dari perjalanan Calvin. Berat badan dicatat, pertumbuhan diperhatikan, dan kondisi anak terus dipantau.

OJK Perkuat Pembiayaan UMKM, Teknologi Buka Akses Kredit Berbasis Data

Bagi orangtuanya, harapannya sederhana: berat badan Calvin bertambah dan tumbuh lebih sehat.

TTS Menjadi Wilayah dengan Angka Tertinggi

Persoalan stunting di NTT juga memperlihatkan kesenjangan yang cukup lebar antarwilayah.

Timor Tengah Selatan (TTS) mencatat persentase stunting tertinggi, yakni 41,36 persen, dengan jumlah 12.229 balita.

Angka tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan rata-rata NTT.

Berikutnya Sumba Barat Daya mencatat 6.090 balita atau 38,50 persen, kemudian Timor Tengah Utara sebanyak 4.940 balita atau 30,01 persen, dan Belu sebanyak 4.088 balita atau 29,25 persen.

Sementara Malaka mencatat 3.482 balita atau 25,51 persen, Sumba Barat 23,09 persen, Alor 22,59 persen, dan Sabu Raijua 21,90 persen.

Di sisi lain, Ende mencatat persentase terendah, yakni 8,09 persen dengan 1.125 balita.

Rentang antara angka tertinggi di TTS dan terendah di Ende mencapai 33,27 poin persentase. Data tersebut menunjukkan bahwa persoalan stunting memiliki tingkat yang berbeda-beda di setiap wilayah.

Angka yang Menjadi Harapan

Bagi pemerintah, 66.195 adalah angka yang harus ditekan. Bagi tenaga kesehatan, angka itu adalah jumlah anak yang membutuhkan perhatian. Namun bagi keluarga seperti orangtua Calvin, persoalan tersebut hadir dalam bentuk yang jauh lebih dekat: berat badan seorang anak yang belum sesuai harapan.

Setiap penimbangan menjadi momen untuk melihat apakah ada perubahan.

Setiap tambahan berat badan menjadi kabar baik.

Dan setiap pendampingan menjadi bagian dari harapan agar seorang anak dapat tumbuh sehat.

Calvin mungkin hanya satu dari 66.195 balita yang tercatat stunting di NTT.

Namun, di balik satu angka itu ada seorang anak, sebuah keluarga, dan harapan agar suatu hari nanti angka di timbangan tidak lagi menjadi sumber kekhawatiran.

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement