IDETORIAL.com, Kupang – Pemerintah Kota Kupang terus memperkuat upaya membangun ketahanan iklim, melalui berbagai program adaptasi dan mitigasi, yang berfokus pada pengelolaan sumber daya air, pelestarian lingkungan, serta pengurangan risiko bencana akibat perubahan iklim.
Langkah tersebut dinilai penting, mengingat Kota Kupang merupakan wilayah dengan karakteristik semi-arid, yang rentan terhadap dampak perubahan iklim, seperti musim kemarau berkepanjangan, keterbatasan ketersediaan air bersih, peningkatan suhu udara, hingga ancaman cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu kehidupan masyarakat.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Kupang, Ignas Lega, Selasa, 23 Juni 2026, mengatakan perubahan iklim bukan lagi persoalan yang akan dihadapi di masa depan, melainkan tantangan yang sudah dirasakan saat ini oleh masyarakat maupun pemerintah daerah.
Menurutnya, dampak perubahan iklim tidak hanya memengaruhi sektor lingkungan, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, ketahanan pangan, hingga kesejahteraan warga secara keseluruhan.
Karena itu, Pemerintah Kota Kupang terus mendorong berbagai langkah adaptasi yang terintegrasi dengan agenda pembangunan daerah. Beberapa program yang telah dan sedang dijalankan antara lain gerakan tanam air dan panen air untuk memperkuat ketahanan sumber daya air, rehabilitasi daerah aliran sungai, kegiatan reboisasi, serta peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Selain itu, pemerintah juga mengembangkan pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular sebagai bagian dari upaya mengurangi tekanan terhadap lingkungan sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Ignasius menegaskan bahwa keberhasilan program ketahanan iklim tidak dapat bergantung pada pemerintah semata. Tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, lembaga pendanaan, akademisi, organisasi masyarakat sipil, hingga komunitas lokal.
Menurutnya, kolaborasi menjadi faktor penting untuk mempercepat pelaksanaan berbagai program adaptasi dan mitigasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami tidak hanya membutuhkan dukungan pendanaan, tetapi juga kemitraan, inovasi, dan komitmen bersama dalam menghadapi dampak perubahan iklim,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebutuhan pendanaan menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung berbagai program ketahanan iklim. Dukungan pembiayaan yang berkelanjutan diperlukan untuk memperluas cakupan program konservasi lingkungan, penguatan ketahanan air, pengurangan risiko bencana, serta perlindungan kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim.
Country Manager Catholic Relief Services (CRS) Indonesia dan Timor Leste, Yane A. Tamonob, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang dan seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Forum Jejaring Pendanaan Iklim.
Menurutnya, forum tersebut menjadi ruang penting untuk mempertemukan berbagai ide, sumber daya, dan potensi yang dimiliki para pemangku kepentingan guna membangun kolaborasi yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Yane menegaskan bahwa forum ini tidak hanya membahas pendanaan, tetapi juga upaya membangun ekosistem pendanaan iklim yang inklusif dan berkelanjutan. Ia menilai ketahanan iklim hanya dapat terwujud apabila pemerintah, masyarakat sipil, sektor swasta, dan lembaga donor bekerja bersama serta menempatkan aktor lokal sebagai bagian utama dari solusi.
Ia berharap forum tersebut menghasilkan tindak lanjut yang konkret, mulai dari terbentuknya jejaring pendanaan iklim yang lebih kuat, meningkatnya akses pemerintah daerah dan organisasi masyarakat sipil terhadap sumber pendanaan, hingga lahirnya berbagai program yang mampu memperkuat ketahanan iklim masyarakat di Nusa Tenggara Timur.
“CRS berkomitmen untuk terus menjadi mitra pemerintah daerah, dalam membangun kolaborasi dan memperluas akses pendanaan iklim di masa depan,”tandas Yane.
Pemerintah Kota Kupang juga berupaya mempertemukan kebutuhan pembangunan daerah dengan berbagai peluang pendanaan iklim yang tersedia melalui kerja sama dengan lembaga donor, mitra pembangunan, sektor swasta, dan organisasi masyarakat sipil.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu mempercepat implementasi program-program yang tidak hanya berfokus pada penanganan dampak perubahan iklim saat ini, tetapi juga membangun ketahanan jangka panjang bagi daerah.
Dengan memperkuat kolaborasi dan memperluas akses terhadap pendanaan berkelanjutan, Pemerintah Kota Kupang optimistis dapat meningkatkan kemampuan daerah dalam menghadapi risiko perubahan iklim sekaligus mewujudkan pembangunan yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.