IDETORIAL.com, Ende – Tokoh masyarakat dan tokoh agama di Desa Sokoria dan Sokoria Selatan, Kecamatan Ndona Timur, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengajak seluruh warga menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dengan memperkuat persatuan, serta tidak mudah terpengaruh hoaks maupun berbagai bentuk provokasi yang berpotensi mengganggu keharmonisan sosial.
Ajakan tersebut disampaikan Tokoh Masyarakat Desa Sokoria, Thomas Sao, dalam pertemuan bersama warga. Ia menegaskan bahwa kedamaian, persaudaraan, dan kebersamaan merupakan modal utama dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif di tengah kehidupan bermasyarakat.
Menurut Thomas, perbedaan pandangan merupakan sesuatu yang wajar dalam kehidupan sosial. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh berkembang menjadi konflik yang merusak hubungan kekeluargaan yang telah terjalin selama ini.
“Demi menjaga kedamaian, persatuan, dan kenyamanan, mari kita bersama-sama menjaga hubungan baik antarwarga. Jangan biarkan perbedaan pandangan merusak ikatan kekeluargaan kita,” ujarnya, Kamis, 23 Juli 2026.
Selain mengajak masyarakat menjaga kerukunan, Thomas juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan yang bersih, tertib, dan nyaman. Ia menilai kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari upaya membangun kualitas hidup masyarakat yang lebih baik.
Di sisi lain, Thomas menyoroti pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi, terutama melalui media sosial.
Menurutnya, penyebaran hoaks dan isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya berpotensi memicu keresahan, memecah persatuan, bahkan mengganggu stabilitas keamanan di lingkungan masyarakat.
“Jangan mudah percaya dan jangan menyebarkan berita atau isu yang belum jelas kebenarannya, baik secara langsung maupun di media sosial,” tegasnya.
Thomas berharap seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, pemerintah desa hingga generasi muda, terus bersinergi menjaga keamanan dan kedamaian wilayah sebagai tanggung jawab bersama.
Senada dengan itu, tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat Sokoria dan Sokoria Selatan, Ruben Rai, turut mengajak warga untuk menyelesaikan setiap perbedaan melalui dialog dan musyawarah, bukan dengan tindakan yang dapat memicu konflik.
“Kita ini bersaudara. Salah pendapat itu hal yang biasa. Mari kita selesaikan secara kekeluargaan dengan cara damai, bukan dengan cara-cara yang tidak berkenan,”imbuh Ruben.
Dirinya mengingatkan masyarakat agar mampu memilah setiap informasi yang beredar. pasalnya, informasi yang memperkuat persatuan patut dipertahankan, sedangkan informasi yang mengandung unsur provokasi dan berpotensi memecah belah harus ditolak.
“Kalau informasi itu mempersatukan, mari kita pegang bersama. Tetapi jika memecah belah, jangan kita ikuti. Mari kita bekerja sama dengan pemerintah desa untuk menjaga keamanan, kedamaian, dan persatuan masyarakat,” harap Ruben.