IDETORIAL.com, Kupang – Wali Kota Kupang, Chris Widodo, mengajak seluruh anak di Kota Kupang untuk terus menjaga mimpi dan cita-cita sebagai bekal meraih masa depan.
Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 tingkat Kota Kupang yang mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” Kamis, 23 Juli 2026.
Menurut Wali Kota, Pemerintah Kota Kupang akan terus mendukung berbagai program yang berpihak pada anak, termasuk mewujudkan Kota Kupang sebagai Kota Layak Anak (KLA). yang memberikan ruang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak.
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil penilaian sementara, nilai Kota Kupang dalam evaluasi Kota Layak Anak tahun 2026, mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, pemerintah masih menunggu pengumuman resmi dari pemerintah pusat.
“Kita terus berupaya menghadirkan kota yang ramah anak, menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi proses tumbuh kembang mereka. Tugas pemerintah adalah memastikan seluruh hak anak terpenuhi, terlindungi dari kekerasan maupun eksploitasi,” ujar Christian.
Selain menegaskan komitmen pemerintah, Wali Kota juga memberikan motivasi kepada ratusan anak yang hadir agar tidak pernah berhenti bermimpi.
Menurutnya, setiap anak memiliki cita-cita besar sejak kecil, namun banyak yang gagal mewujudkannya karena menyerah di tengah jalan. Karena itu, ia mengajak anak-anak untuk terus merawat mimpi tersebut dengan belajar dan berusaha.
“Jaga dan rawatlah mimpi kalian. Apa pun cita-cita yang ingin diraih, teruslah berjuang agar suatu saat bisa terwujud,” pesannya.
Peringatan Hari Anak Nasional tingkat Kota Kupang diikuti sekitar 300 anak dari 14 sekolah. Selain diisi dengan permainan edukatif dan hiburan, Pemerintah Kota Kupang juga membagikan berbagai hadiah berupa perlengkapan sekolah, buku, tas, tempat makan, serta buku tabungan bagi para pelajar bekerja sama dengan Bank NTT.
Melalui momentum Hari Anak Nasional, Pemerintah Kota Kupang menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada anak sebagai bagian dari investasi pembangunan sumber daya manusia di masa depan. (lid)