IDETORIAL.com, Kupang – Sebanyak 8 nama kandidat calon Ketua DPC PKB Kota Kupang periode 2026-2031 mencuat dalam forum Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, yang dihadiri langsung Ketua DPW PKB NTB yang juga fungsionaris DPP PKB H. Lalu Hadrian Irfani, Selasa, 21 April 2026.
Delapan nama-nama calon Ketua DPC PKB Kota Kupang, yakni :
1. Theodora Ewlade Taek. (Ketua DPC)
2. Roy Ratu Riwu Kaho (Sekretaris DPC / Anggota DPRD)
3. Anatji Efrolina Ratu Kitu Jan (Wakil Ketua DPC).
4. Satario Julius Pandi (Anggota DPRD).
5. Ronny Lotu (Wakil Ketua DPC/Anggota DPRD)
6. Amirudin La Oda (Anggota DPRD/Wakil Ketua DPC).
7. Marselinus Anggur Ngganggus (Anggota DPRD NTT/ Wakil Ketua DPW NTT).
8. Denni Nenobais (Anggota DPRD)
Ketua Panitia Muscab PKB, Ronni Lotu mengatakan, delapan nama calon yang diajukan, selanjutnya akan digodok lagi, dan pada proses akhir akan diumumkan dalam waktu dekat, siapa sosok kandidat terpilih untuk menduduki jabatan Ketua DPC PKB Kota Kupang periode 2026-2031 mendatang.
“Kita tunggu saja nanti, nama-nama yang menjadi usulan ini, prosesnya tidak lama karena menunggu secara keseluruhan DPC melakukan musda, sudah bisa langsung dapatkan SK dari DPP ,”jelas Ronny.
Adapun nama- nama kandidat yang dipilih, berdasar penilaian dan kriteria dari DPP PKB yang menentukan kader yang akan memimpin DPC, penilaian tersebut berdasar kinerja periode sebelumnya selama lima tahun, lalu capaian kader, termasuk program SMS (Sistem Manajemen-Monitoring Struktur) dan Simpel (Sistem Informasi dan Manajemen Pelaporan).
Pesan DPP untuk Kader PKB di Kupang, Tekankan Kaderisasi dan Turun ke Masyarakat
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB dalam seremonial pembukaan Muscab memberi pesan khusus untuk kader PKB di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang, agar menjalankan kaderisasi dan wajib turun ke tengah masyarakat.
Ketua DPW PKB NTB yang juga fungsionaris DPP PKB, sekaligus Wakil Ketua Komisi X DPR RI, H. Lalu Hadrian Irfani mengajak semua kader PKB di NTT, khususnya di Kota dan Kabupaten Kupang untuk membesarkan partai ini. Ia berkata, Muscab menjadi ajang perkuat kebersamaan dan menyusun strategi.
“Pelaksanaan Muscab kali ini berbeda dari sebelumnya, karena tidak lagi menggunakan sistem pemungutan suara, tidak ada lagi voting. Muscab dikemas sebagai forum kebersamaan untuk menyiapkan program dan strategi partai lima tahun ke depan,” ujarnya.
Menurut H. Lalu Hadrian Irfani, perubahan sistem tersebut dilakukan untuk menghindari konflik internal dan memperkuat soliditas partai. Ke depan, kepengurusan akan ditentukan oleh DPP berdasarkan kinerja dan parameter yang terukur, dan proses yang sama akan dilaksanakan hingga tingkat anak cabang pada semua daerah.
PKB bukan sekadar partai elektoral, namun partai gerakan sehingga dibutuhkan kerja setiap saat di tengah masyarakat, dan terhitung mulai tahun 2027 wajib melaksanakan kaderisasi dari tingkat dasar hingga paling tinggi. hal ini tidak saja tugas DPC – DPW, tetapi tugas semua anggota Fraksi di DPRD. Setelah kaderisasi, dilanjutkan dengan turun lapangan oleh semua kader.
Kehadiran kader PKB di masyarakat akan memberi efek bagi masyarakat. Setidaknya, publik merasa terbantu. Dia berharap kolaborasi harus terus dilakukan oleh semua kader PKB. Ia juga menargetkan peningkatan kursi DPRD di Kota dan Kabupaten Kupang dalam Pemilu mendatang.
Ketua DPW PKB Provinsi NTT, Alo Malo Ladi mengatakan, Muscab merupakan forum tertinggi di tingkat cabang untuk mengevaluasi dan merumuskan program kerja partai. Ia juga menegaskan komitmen PKB untuk bersinergi dengan pemerintah daerah. Terkait capaian politik, ia menyebut PKB mengalami peningkatan perolehan kursi legislatif.
“Pada Pemilu 2024, PKB Kota Kupang berhasil meningkatkan perolehan kursi dari empat menjadi lima. Bahkan, untuk pertama kalinya PKB meraih satu kursi di tingkat provinsi,” ujarnya.
Ia berharap seluruh kader tetap menjaga loyalitas dan soliditas partai ke depan. Anggota DPRD NTT itu mengingatkan agar menghindari konflik internal dan memastikan roda organisasi berlangsung.
Dalam Muscab PKB juga membahas program kerja di internal dan publik sebagai mandat organisasi untuk pergantian kepengurusan.
Wali Kota Kupang, Chris Widodo yang ikut dalam pembukaan Muscab itu menyebut kegiatan ini bukan hanya rutinitas organisasi, tapi sebuah ruang demokrasi dimana ide dan gagasan bertemu, perbedaan disatukan, dan keputusan – keputusan strategis untuk kepentingan masyarakt di putuskan.
“”Pada akhirnya otoritas itu bukan tentang kekuasaan atau kewenangan, tapi menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat,”ujar Wali Kota.
Bupati Kupang, Yosef Lede dalam sambutannya turut berharap agar setiap agenda partai politik setidaknya memberi dampak untuk masyarakat. Ia menyebut, PKB sebagai salah satu partai tebesar di Indonesia memiliki kader yang potensial. Di Kabupaten Kupang, menurut dia, ada tiga anggota DPRD dari PKB.
” Muscab ini, paling tidak melahirkan pemimpin yang bisa bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kupang, untuk mengurai berbagai masalah seperti kemiskinan,”imbuh Bupati
Baginya, PKB memiliki peran penting di Kabupaten Kupang. Partai ini menjadi salah satu yang paling berpengaruh di Kabupaten itu. Ia mengajak semua kader PKB di Kabupaten Kupang untuk berkolaborasi membangun daerah. (*)