IDETORIAL.com, Jakarta – Badan PBB untuk Pengungsi (UNHCR), mengapresiasi komitmen Indonesia dalam memberikan perlindungan bagi ribuan pengungsi, dan pencari suaka yang mencari keselamatan dari konflik, perang, dan penganiayaan di negara asal mereka.
Pada peringatan Hari Pengungsi Sedunia 2026 yang mengusung tema “One Goal: Safety for All”, UNHCR menilai Indonesia telah menunjukkan komitmen kemanusiaan, yang konsisten dengan memberikan perlindungan dan harapan bagi para pengungsi selama bertahun-tahun.
“Komitmen kemanusiaan Indonesia selama ini telah memberikan rasa aman dan harapan bagi orang-orang yang terpaksa mengungsi, sekaligus menunjukkan pentingnya tanggung jawab bersama,” kata Juru Bicara UNHCR Indonesia, Hendrik Therik, dalam rilis tertulis, Minggu, 21 Juni 2026.
Saat ini terdapat sekitar 12.000 pengungsi dan pencari suaka yang tinggal di Indonesia. Mereka berasal dari lebih dari 50 negara, termasuk Afghanistan, Myanmar, Somalia, Sudan, Yaman, Irak, Sri Lanka, dan Palestina.
Menurut UNHCR, tantangan terbesar yang dihadapi para pengungsi adalah situasi pengungsian berkepanjangan. Berdasarkan laporan Global Trends 2026, tujuh dari sepuluh pengungsi di dunia hidup dalam kondisi pengungsian jangka panjang dan menghabiskan bertahun-tahun jauh dari rumah sambil menunggu solusi permanen.
Senior Protection Officer UNHCR Indonesia, Emily Bojovic, mengatakan pengungsi membutuhkan lebih dari sekadar bantuan kemanusiaan. Mereka juga memerlukan kesempatan untuk belajar, bekerja, mengembangkan keterampilan, dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial agar dapat membangun masa depan yang lebih baik.
“Ketika diberikan kesempatan untuk memanfaatkan keterampilan, melanjutkan pendidikan, menjadi sukarelawan, dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat, semua pihak akan diuntungkan,” ujarnya.
UNHCR mencontohkan sejumlah pengungsi yang berhasil memberikan kontribusi positif bagi komunitas di Indonesia. Salah satunya Amed, pengungsi asal Somalia yang mendirikan organisasi komunitas untuk membantu sesama pengungsi beradaptasi dan menyediakan pendidikan informal bagi anak-anak pengungsi.
Sementara itu, Amina, pengungsi asal Afghanistan, aktif sebagai pelatih karate yang membantu membangun kepercayaan diri dan ketangguhan anggota komunitasnya.
UNHCR menilai keberadaan organisasi yang dipimpin pengungsi telah berkontribusi melalui program pendidikan informal, pelatihan keterampilan, dukungan sosial, kegiatan olahraga, dan berbagai inisiatif yang memperkuat kohesi sosial antara pengungsi dan masyarakat setempat.
Peringatan Hari Pengungsi Sedunia tahun ini juga bertepatan dengan 75 tahun Konvensi Pengungsi 1951, tonggak penting dalam perlindungan hak-hak pengungsi di seluruh dunia.
UNHCR menegaskan bahwa keselamatan tidak hanya berarti terbebas dari ancaman, tetapi juga memiliki kesempatan untuk hidup bermartabat, berpartisipasi, dan berkontribusi dalam masyarakat.
Sebagai bagian dari peringatan Hari Pengungsi Sedunia 2026, UNHCR bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil dan komunitas pengungsi menggelar acara publik bertajuk “One Goal: Safety for All” di Galeri Oesman Effendi, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada 20 Juni 2026.
Kegiatan tersebut menghadirkan pameran seni, pertunjukan budaya, bazar, diskusi publik, serta berbagai aktivitas interaktif yang bertujuan mempererat hubungan antara pengungsi dan masyarakat Indonesia.
UNHCR mengajak pemerintah, organisasi masyarakat sipil, sektor swasta, institusi pendidikan, media, dan masyarakat luas untuk terus memperkuat solidaritas serta membuka ruang partisipasi bagi para pengungsi.
“Bagi ribuan pengungsi yang telah mencari perlindungan di Indonesia selama beberapa dekade, Indonesia telah dan tetap menjadi simbol kemanusiaan,” pungkas Hendrik.
Tentang UNHCR
UNHCR, Badan PBB Urusan Pengungsi, bekerja untuk menyelamatkan nyawa, melindungi hak-hak dasar, dan membantu membangun masa depan yang lebih baik bagi orang-orang yang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat konflik dan penganiayaan. UNHCR memimpin upaya internasional untuk melindungi pengungsi, masyarakat yang terpaksa mengungsi, dan orang-orang tanpa kewarganegaraan. UNHCR memberikan bantuan penyelamat nyawa seperti tempat tinggal, makanan, dan air bersih; membantu melindungi hak-hak dasar manusia; serta mengembangkan solusi agar setiap orang memiliki tempat yang aman untuk membangun masa depan yang lebih baik. UNHCR juga bekerja untuk memastikan bahwa orang-orang tanpa kewarganegaraan memperoleh status kewarganegaraan. Saat ini, UNHCR bekerja di lebih dari 128 negara untuk melindungi dan membantu jutaan orang di seluruh dunia.(Lid)