IDETORIAL.com, Kupang — Pemerintah Kota (Pemkot) bersama DPRD Kota Kupang menyiapkan dukungan anggaran sebesar Rp500 juta, melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Flores.
Dukungan tersebut menjadi bentuk solidaritas Pemerintah Kota Kupang dan DPRD terhadap warga di sejumlah wilayah Flores yang masih menghadapi dampak bencana gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026.
Ketua DPRD Kota Kupang, Ricard Odja, menyatakan lembaga legislatif mendukung langkah pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggaran untuk penanganan dampak bencana.
Menurut Ricard, kondisi masyarakat terdampak membutuhkan kepedulian dan dukungan bersama. Pemerintah daerah, kata dia, memiliki tanggung jawab moral untuk ikut hadir membantu masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit.
“Ini bentuk kepedulian kita sebagai sesama masyarakat Nusa Tenggara Timur. Ketika saudara-saudara kita di Flores mengalami bencana, kita harus hadir dan membantu sesuai kemampuan yang kita miliki,” kata Ricard, Kamis, 20 Agustus 2026..
Dukungan sebesar Rp500 juta tersebut akan dialokasikan melalui mekanisme BTT. Penggunaannya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak di lapangan.
Bantuan tersebut tidak disalurkan dalam bentuk uang tunai kepada korban, tetapi dikonversi menjadi barang dan logistik sesuai kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Bagi DPRD Kota Kupang, dukungan anggaran tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah daerah dalam situasi bencana. Flores dan Timor, kata Ricard, merupakan bagian dari satu kesatuan Nusa Tenggara Timur yang memiliki ikatan sosial dan kemanusiaan yang kuat.
“Yang paling penting bantuan ini bisa sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan dan digunakan sesuai kebutuhan mereka,” tegas Ricard.
Sementara itu, Wali Kota Kupang, Chris Widodo, menjelaskan pemerintah daerah akan berkoordinasi untuk memastikan bantuan yang dibelanjakan melalui BTT sesuai dengan kebutuhan korban.
“Dari BTT itu kita rencana bantu Rp500 juta. Uang itu nanti dibelanjakan, misalkan mereka butuh apa, dari pagu itu dikonversi ke barang,” jelas Christian.
Selain mengalokasikan BTT, Pemkot Kupang juga membuka rekening donasi “Pemkot Peduli Gempa Flores” sebagai ruang bagi ASN dan masyarakat yang ingin memberikan bantuan secara sukarela.
Hingga hari ini, donasi yang dihimpun dari ASN Pemkot Kupang telah mencapai sekitar Rp30 juta. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring berlanjutnya penggalangan dana.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa respons terhadap bencana tidak hanya bertumpu pada anggaran pemerintah, tetapi juga membuka ruang partisipasi masyarakat dalam membantu warga terdampak.
Melalui sinergi DPRD dan Pemkot Kupang, bantuan BTT Rp500 juta diharapkan segera dikonversi menjadi kebutuhan logistik yang diperlukan masyarakat serta memperkuat dukungan terhadap proses pemulihan pascagempa di Flores.
(Lid)