GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
wali kota Kupang, Chris Widodo bersama Ketua DPRD, Ricard Odja

Dari Kupang untuk Flores, ASN Berdonasi, BTT Pemkot Disiapkan Bantu Korban Gempa

IDETORIAL.com, Kupang – Kepedulian terhadap korban gempa bumi di Pulau Flores terus bergerak dari Kota Kupang. Pemerintah Kota Kupang menyiapkan dukungan melalui penggalangan donasi dari aparatur sipil negara (ASN), sekaligus mengalokasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp500 juta untuk dikonversi menjadi bantuan logistik bagi masyarakat terdampak.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2026 meninggalkan duka mendalam di sejumlah wilayah Flores. Sejumlah warga kehilangan tempat tinggal dan harus bertahan di lokasi pengungsian, sementara kebutuhan dasar terus meningkat di tengah masa tanggap darurat.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengatakan Pemkot Kupang telah membuka rekening khusus Peduli Gempa Flores untuk menghimpun bantuan dari ASN. Di saat yang sama, pemerintah kota menyiapkan dukungan melalui BTT.

“Pemkot sudah buka rekening Peduli Gempa Flores, dengan sumbangan dari ASN sekaligus dukungan dana BTT senilai Rp500 juta,” kata Christian Widodo, Kamis, 20 Agustus 2026.

Dana BTT tersebut nantinya tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan dikonversi menjadi bantuan logistik yang dibutuhkan masyarakat terdampak. Skema ini diharapkan membuat bantuan lebih tepat sasaran dan dapat langsung menjawab kebutuhan warga di lokasi bencana.

Bantuan Pemerintah Belum Menjangkau Semua Korban Gempa, Aliansi Wartawan Buka Layanan Pengaduan

Langkah Pemkot Kupang tersebut sekaligus menjadi bentuk solidaritas antardaerah di NTT. Pemerintah kota menilai masyarakat Flores yang terdampak gempa merupakan bagian dari keluarga besar Nusa Tenggara Timur yang membutuhkan dukungan bersama.

Gerakan kemanusiaan ini tidak hanya datang dari jajaran eksekutif. Ketua DPRD Kota Kupang, Ricard Odja, mengatakan lembaga legislatif memberikan dukungan penuh terhadap kebijakan Pemkot Kupang menggunakan BTT untuk membantu korban gempa.

Menurut Ricard, dukungan DPRD merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam merespons bencana yang menimpa masyarakat di Flores. Sementara secara kelembagaan, para anggota DPRD juga bergerak melalui partai politik masing-masing untuk menghimpun dan menyalurkan bantuan.

“Dari kami, masing-masing parpol sudah bergerak, semua partai politik. Kami sudah diperintah oleh parpol masing-masing. Contohnya Gerindra sudah jalan dari hari pertama,” kata Ricard.

Gerakan tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap korban gempa Flores tidak berhenti pada satu institusi. Pemerintah, ASN, DPRD, partai politik hingga berbagai elemen masyarakat ikut mengambil bagian sesuai kapasitas masing-masing.

699 Siswa dan 1 Guru Keracunan MBG di Sumut, Ombudsman Desak BGN Tindak Tegas SPPG

Bagi Kota Kupang, bantuan tersebut bukan semata-mata soal nilai rupiah atau jumlah logistik yang dikirimkan. Ada pesan persaudaraan yang ingin disampaikan kepada masyarakat terdampak: bahwa ketika bencana datang dan meninggalkan kehilangan, masyarakat NTT tidak berjalan sendiri.

Dukungan melalui donasi ASN dan BTT menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah sekaligus solidaritas masyarakat Kota Kupang untuk saudara-saudara mereka di Flores.

Dari Kupang untuk Flores, bantuan mungkin tidak menghapus seluruh luka akibat gempa. Namun, setiap paket logistik dan setiap rupiah yang disumbangkan menjadi tanda bahwa di tengah masa sulit, masih ada kepedulian dan persaudaraan yang ikut menopang mereka.

(Lid)

ERB 2026 Bawa Misi Ganda ke Wilayah 3T, dari Rupiah hingga Bantuan Gempa Flores
error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement