GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Keluarga di Desa Pangga, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, NTT

Akses Sulit, BNPB Pastikan Bantuan Menjangkau 1.108 Pengungsi di Desa Coal

IDETORIAL.com, Mabar — Akses jalan yang sulit tidak menghalangi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjangkau masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Desa Coal, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebanyak 1.108 warga Desa Coal terpaksa mengungsi setelah gempa yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan memicu kekhawatiran terhadap gempa susulan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian BNPB. Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari, turun langsung melakukan asesmen di Dusun Coal, Desa Coal, dan Dusun Dahang, Desa Pangga, Kecamatan Kuwus, pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Kunjungan tersebut tidak hanya untuk melihat dampak kerusakan, tetapi juga memastikan kebutuhan masyarakat yang berada di pengungsian terpenuhi. BNPB sekaligus menyalurkan bantuan kemanusiaan, termasuk bantuan Presiden.

Di Desa Coal, tercatat 148 rumah mengalami kerusakan, terdiri atas 101 rumah rusak berat, 12 rusak sedang, dan 35 rusak ringan. Satu warga juga dilaporkan meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Bantuan Gempa NTT Terus Diperkuat, 198 Ton Logistik Dikirim ke Flores dalam Sehari

Abdul Muhari mengatakan, berdasarkan laporan pemerintah kecamatan, terdapat warga yang belum mendapatkan bantuan sejak gempa terjadi. Kondisi itu kemudian ditindaklanjuti dengan turun langsung ke lokasi untuk melihat kebutuhan masyarakat.

“Kami saat ini langsung ke lokasi dan melihat langsung kondisi masyarakat. Dari laporan camat tadi sudah ada bantuan pangan dan tentu saja ini akan terus kita tindak lanjuti,” ujar Abdul Muhari, Rabu (19/8).

Tantangan terbesar dalam penyaluran bantuan adalah kondisi geografis dan akses menuju lokasi. Dari Labuan Bajo, perjalanan menuju wilayah tersebut membutuhkan waktu sekitar 3,5 jam dengan kondisi jalan yang cukup sulit.

Karena itu, BNPB memastikan masyarakat yang berada di wilayah terpencil tetap menjadi bagian dari prioritas penanganan.

“Ini akan jadi atensi kita karena jarak dari Labuan Bajo ke sini ditempuh sekitar 3,5 jam dan akses jalan cukup sulit. Kita akan pastikan masyarakat terdampak di sini menerima bantuan pangan dan kebutuhan sandang, kebutuhan dasar permakanan dan non-permakanan,” tegasnya.

Telkomsel Dampingi Pemulihan Flores, dari Pulihkan Jaringan hingga Salurkan Bantuan Kemanusiaan

Pengungsi Mandiri Tak Boleh Terlewat

Selain 1.108 warga yang mengungsi di Desa Coal, BNPB juga menemukan lebih dari 20 keluarga di Desa Pangga yang memilih mengungsi secara mandiri.

Pola pengungsian seperti ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah karena warga tidak seluruhnya berada di lokasi pengungsian terpusat.

Sebagian warga memilih mendirikan tenda di sekitar rumah, sementara lainnya mengungsi karena masih mengalami trauma dan khawatir terhadap gempa susulan yang masih terjadi.

“Tantangan kita memang di titik-titik di mana masyarakat mengungsi secara mandiri. Tidak semuanya masyarakat yang mendirikan tenda di sekitar rumah itu rumahnya rusak, tetapi ada faktor-faktor psikologi trauma dan guncangan gempa susulan yang masih terus berjalan sampai sekarang,” jelas Abdul Muhari.

BNPB bersama pemerintah daerah memastikan pendataan terhadap kerusakan bangunan dan masyarakat terdampak terus dilakukan secara bersamaan.

Solidaritas untuk Flores, DPRD-Pemkot Kupang Gelontorkan BTT Rp500 Juta

Perhatian juga diberikan kepada kelompok rentan yang berada di lokasi pengungsian, seperti anak-anak, perempuan, dan lanjut usia.

“Selain pendataan bangunan yang rusak terus kita lakukan, masyarakat yang masih mengungsi karena kita lihat banyak anak-anak, banyak ibu-ibu, banyak lansia juga akan kita pastikan selama masih ada pengungsi-pengungsi mandiri ini kebutuhan makanan dan permakanan terpenuhi,” katanya.

Hingga kini, BNPB bersama BPBD kabupaten terdampak terus mendistribusikan bantuan logistik kepada masyarakat. Untuk mempercepat penyaluran, pos pendukung logistik di wilayah NTT dipusatkan di Labuan Bajo dan Maumere.

Dengan dukungan tersebut, BNPB memastikan masyarakat terdampak di wilayah yang sulit dijangkau tetap mendapatkan bantuan, terutama kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat dan proses pemulihan pascagempa.

(Lid)

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement