IDETORIAL.com, Kupang – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang khususnya instansi teknis PUPR dan Dinas Perhubungan (Dishub), diminta untuk melihat aksi “Om Strom” dan sejumlah pemuda yang berinisatif secara swadaya dan mandiri, perbaiki jalan – jalan rusak (berlubang) demi keselamatan berkendara menjadi suatu hal yang kritis dan perlu segera mendapat perhatian serius.
“Pemerintah harusnya melihat aksi ini sebagai bentuk kritis, yang dilakukan teman -teman pemuda yang merasa peduli terhadap infrastruktur yang rusak, jangan sampai pemuda kerja tiap hari dan sudah ambil tugas Dishub dan PUPR,”tandas anggota Pansus DPRD, Roy Riwu Kaho, Senin, 20 April 2026.
Roy menjelaskan, inisiatif ala Om Strom dan pemuda menambal jalan berlubang menjadi hal yang perlu diapresiasi, namun penting sekali, mereka dipanggil untuk duduk bersama dan diberi penjelasan dan edukasi terkait hal ini, termasuk mekanisme penganggaran, material yang semestinya dipakai untuk perbaikan jalan rusak, tujuannya agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan seolah – olah aksi para pemuda ala “Om Strom” menjadi pekerjaan yang menggantikan tugas dan fungsi dinas – dinas teknis.
“Ini adalah tugas pemerintah, aksi yang dilakukan pemuda jangan sampai mengantikan tugas Dinas PUPR dan Dishub karena urus jalan – jalan rusak ini, musti ada aksi nyata dari pemerintah,”tandas Roy.
Aksi tambal jalan lubang di wilayah kota Kupang ala “Om Strom” dan para pemuda menjadi aksi sosial dan tanggung jawab serta kepedulian sebagai warga terhadap kondisi riil jalan rusak, namun material dan mekanisme pekerjaan tersebut tidak sesuai, maka seharusnya disikapi secara bijak oleh pemerintah agar tidak berlarut-larut dan terkesan ada pembiaran. (*)
Anggota Pansus DPRD Kota Kupang