GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Lokasi terdampak pasang dan abrasi yang terjadi di Desa Aruan Gaur, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku

Gelombang Pasang Rusak Belasan Rumah Warga di Seram Bagian Timur

IDETORIAL.com, Maluku – Gelombang pasang dan abrasi melanda pesisir Desa Aruan Gaur, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku, mengakibatkan kerusakan pada puluhan rumah warga serta talud penahan ombak.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (25/5) lalu sekitar pukul 14.25 WIT saat gelombang pasang menghantam pesisir Negeri Administratif Aruan Gaur. Akibatnya, talud penahan ombak sepanjang 110 meter mengalami kerusakan sehingga gelombang laut langsung menerjang permukiman warga.

Berdasarkan hasil pendataan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Seram Bagian Timur, sebanyak 17 kepala keluarga atau 67 jiwa terdampak. Dari jumlah tersebut, empat rumah mengalami rusak sedang dan 15 rumah mengalami rusak ringan.

BPBD setempat segera melakukan kaji cepat dan pendataan di lokasi kejadian. Hingga Kamis, 4 Juni 2026, gelombang pasang dan abrasi masih terjadi di wilayah tersebut. Sejumlah warga memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat ketika gelombang kembali meningkat.

Untuk mengurangi dampak yang lebih besar, masyarakat setempat secara swadaya membangun penahan ombak sementara di sepanjang pesisir yang terdampak.

Wali Kota Kupang Buka Festival Budaya Maulafa, Tegaskan Keberagaman Perekat Persaudaraan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa peralihan musim hujan ke musim kemarau. Ancaman yang perlu diwaspadai antara lain angin kencang, hujan lebat, puting beliung, banjir, tanah longsor, serta gelombang tinggi.

BNPB juga mengingatkan masyarakat agar menyiapkan tas siaga bencana, memantau informasi cuaca dari sumber resmi, serta segera melakukan evakuasi apabila terjadi kondisi yang membahayakan keselamatan. Informasi kebencanaan dapat diperoleh melalui BNPB, BPBD, dan BMKG sebagai sumber resmi dan tepercaya.

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement