GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Kepala Desa Narasaosina, Yanuarius Igor Toland, S.Fil

Cegah Konflik Sosial, Dua Kades Adonara Timur Minta Warga Saring Informasi

IDETORIAL.com, Adonara — Kepala Desa Waeburak, Muhammad Saleh dan Kepala Desa Narasaosina, Yanuarius Igor Toland, S.Fil., mengajak masyarakat Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk lebih cermat menyaring informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah kesalahpahaman, meredam provokasi, dan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta keharmonisan masyarakat di Lewotana.

Kedua kepala desa mengingatkan bahwa informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar melalui media sosial, berpotensi memicu keresahan dan memperkeruh hubungan antarwarga apabila diterima begitu saja. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum jelas sumber dan kebenarannya.

Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga warga umum, untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), memperkuat persatuan, serta mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal dalam menyelesaikan persoalan.

“Mari kita bersama-sama menjaga Lewotana yang kita cintai ini agar tetap aman, damai, dan kondusif. Jangan mudah terprovokasi oleh berita hoaks yang dapat memecah belah persaudaraan,”Kepala Desa Narasaosina, Yanuarius Igor Toland, S.Fil, Minggu, 25 Oktober 2026

AS Perkuat Keamanan Rantai Pasok Semikonduktor di Bali

Demikian juga Kepala Desa Waeburak, Muhammad Saleh, mengatakan, kita semua adalah saudara yang hidup di tanah Lewotana, sehingga sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga persatuan, menghormati perbedaan, dan merawat kedamaian.

“Menjaga kedamaian bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah desa atau aparat keamanan, melainkan kewajiban seluruh masyarakat. Setiap warga memiliki peran untuk memastikan informasi yang diterima tidak menjadi pemicu pertengkaran maupun konflik sosial,”tambah Kepala Desa Waeburak, Muhammad Saleh.

Karena itu, masyarakat diimbau mengedepankan prinsip tabayun atau mengklarifikasi kebenaran informasi sebelum mengambil sikap. Jika menemukan kabar yang meragukan, warga sebaiknya memeriksa sumbernya dan tidak langsung meneruskan informasi tersebut kepada orang lain.

Kedua kepala desa juga meminta masyarakat menahan diri dari tindakan provokatif ketika menghadapi persoalan. Dialog dan komunikasi persuasif dengan semangat kekeluargaan perlu menjadi pilihan utama agar setiap perbedaan dapat diselesaikan tanpa memperbesar konflik.

Apabila terdapat persoalan yang berkaitan dengan pelanggaran hukum, masyarakat diharapkan menyerahkan penanganannya kepada pihak berwenang sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut penting agar persoalan ditangani secara tepat tanpa tindakan sepihak yang berpotensi memperburuk keadaan.

Pungutan Tambahan dan Prosedur Berbelit, Ombudsman Soroti TBI Motaain

Bagi masyarakat Adonara, Lewotana bukan sekadar tempat tinggal, melainkan tanah warisan leluhur yang menyimpan nilai sejarah, identitas, dan ikatan persaudaraan. Kedamaian di wilayah ini perlu dijaga bersama agar tidak rusak akibat informasi yang menyesatkan atau tindakan yang mengabaikan kepentingan bersama.

Melalui falsafah persaudaraan “Ina Ama, Kaka Aring, Wahang Kae”, kedua kepala desa mengajak masyarakat Adonara Timur untuk terus merawat solidaritas, menghormati perbedaan, dan menempatkan persaudaraan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Dengan menyaring informasi dan menolak provokasi, masyarakat diharapkan dapat menjaga Lewotana tetap aman, damai, dan harmonis bagi generasi mendatang.

(Lidia)

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement