GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Rapat Koordinasi UKS/M Tahun 2026 yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang

Pemkot Kupang Dorong UKS/M Jadi Sistem Perlindungan Kesehatan Anak di Sekolah

IDETORIAL.com, Kupang — Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang mendorong Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M), berkembang menjadi sistem perlindungan kesehatan anak di lingkungan pendidikan, dengan memperkuat fungsi pencegahan, edukasi, deteksi dini, pendampingan, hingga rujukan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Kupang, Hengky C. Malelak, mengatakan UKS/M tidak boleh lagi dipandang sebagai kegiatan pelengkap sekolah. Menurutnya, UKS/M harus menjadi bagian dari upaya bersama pemerintah, sekolah, keluarga, dan tenaga kesehatan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan aman bagi peserta didik.

“UKS itu bukan lagi sekadar pelengkap di sekolah, tetapi bagian dari upaya kita membangun generasi Kota Kupang yang sehat, tangguh dan berkualitas,” tegas Hengky, saat Rapat Koordinasi UKS/M Tahun 2026, Sabtu, 25 September 2026.

Hengky mengatakan kesehatan peserta didik memiliki cakupan yang lebih luas daripada penanganan ketika anak sakit. Upaya kesehatan di sekolah perlu mencakup pencegahan penyakit, edukasi perilaku hidup sehat, pemenuhan gizi, kesehatan mental, serta perlindungan anak dan remaja dari berbagai risiko kesehatan.

Karena itu, sekolah perlu menjadi ruang yang aman, ramah, dan suportif. Guru dan pengurus UKS diharapkan mampu mengenali perubahan perilaku maupun kondisi psikologis peserta didik, sementara Puskesmas dapat memperkuat pembinaan, pelayanan, dan rujukan ketika ditemukan persoalan kesehatan.

APBD Perubahan 2026 Kupang Disepakati, Pemkot Didorong Kejar PAD dan Program Prioritas

“Sekolah memiliki peran dalam edukasi dan deteksi dini. Puskesmas memperkuat pelayanan, pembinaan dan rujukan. Orang tua memberikan dukungan dari rumah. Kalau semua bergerak bersama, persoalan kesehatan peserta didik dapat kita tangani lebih cepat dan terpadu,” jelasnya.

Selain kesehatan mental dan gizi, pencegahan HIV/AIDS pada anak dan remaja juga menjadi perhatian. Hengky yang juga Wakil Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Kupang menekankan pentingnya pemberian informasi yang benar dan sesuai usia.

“Edukasi kepada anak dan remaja harus dilakukan dengan informasi yang benar, sesuai usia dan dengan pendekatan yang tepat, serta tidak melahirkan stigma dan diskriminasi,” ujarnya.

Menurut Hengky, upaya pencegahan HIV/AIDS maupun persoalan kesehatan lainnya tidak dapat dibebankan kepada satu institusi. Sekolah, UKS, Puskesmas, KPA, orang tua, dan lingkungan sosial perlu terhubung dalam satu sistem yang saling mendukung.

Untuk itu, Rakor UKS/M Tahun 2026 diarahkan menjadi ruang evaluasi untuk memetakan kondisi, kendala, serta kebutuhan sekolah. Hasil pemetaan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam merumuskan langkah penanganan yang lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik di Kota Kupang.

APBD Perubahan 2026 Kupang Ditata Ulang, Layanan Kebersihan hingga Kesehatan Jadi Prioritas

Penguatan UKS/M juga ditempatkan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Hengky mengatakan membangun kesehatan anak sejak lingkungan sekolah merupakan investasi untuk menyiapkan generasi Kota Kupang yang sehat, tangguh, dan berkualitas.

“Mari kita jadikan UKS/M sebagai gerakan bersama. Sebab membangun kesehatan anak hari ini berarti sedang menyiapkan kualitas sumber daya manusia Kota Kupang di masa depan,” pungkasnya.

Rapat koordinasi tersebut diikuti para kepala perangkat daerah, Sekretaris KPA Kota Kupang, camat se-Kota Kupang, Kepala Kantor Kementerian Agama, kepala sekolah dan guru pengurus UKS/M, serta penanggung jawab UKS Puskesmas se-Kota Kupang.

Sejumlah isu strategis dibahas dalam rakor, meliputi pengembangan UKS, kesehatan mental anak dan remaja, pencegahan HIV/AIDS, serta pemenuhan gizi seimbang dan pencegahan masalah gizi peserta didik.

(Lidia/*)

Dari Debat hingga Ide Inovasi Energi, Ini Para Pemenang PGTC 2026

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement