GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Jumpa Pers BPS NTT

Ekonomi NTT Tumbuh 5,01 Persen, Akomodasi dan Kuliner Melaju 18,38 Persen

IDETORIAL.com, Kupang – Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada triwulan II 2026, yakni mencapai 18,38 persen secara tahunan.

Di tengah lonjakan sektor tersebut, ekonomi NTT secara keseluruhan tumbuh 5,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, Matamira Kale dalam jumpa pers mengenai perkembangan ekonomi NTT triwulan II 2026, Senin, 1 September 2026, memaparkan, BPS mencatat pertumbuhan ekonomi daerah semakin kuat jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Secara kuartalan, ekonomi NTT tumbuh 7,11 persen pada triwulan II 2026.

Berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), perekonomian NTT pada triwulan II 2026 mencapai Rp41,13 triliun atas dasar harga berlaku. Sementara atas dasar harga konstan 2010, PDRB NTT tercatat sebesar Rp21,87 triliun.

Sektor akomodasi dan makan minum bukan hanya tumbuh tinggi secara tahunan, tetapi juga mencatat pertumbuhan signifikan secara kuartalan. BPS mencatat sektor ini tumbuh 12,95 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

Di Balik 66 Ribu Balita Stunting NTT, Ada Calvin yang Berjuang Tumbuh

Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator menguatnya aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan akomodasi, restoran, kuliner, perjalanan, dan aktivitas pariwisata di NTT.

Dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mencatat pertumbuhan tertinggi secara tahunan, yakni 12,23 persen. Sementara secara kuartalan, komponen ekspor barang dan jasa mencatat pertumbuhan tertinggi dengan lonjakan mencapai 64,58 persen.

Kinerja ekonomi NTT juga tetap positif sepanjang enam bulan pertama 2026. Secara kumulatif, ekonomi NTT pada Semester I 2026 tumbuh 5,16 persen dibandingkan Semester I 2025.

Pada periode tersebut, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum kembali menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, mencapai 21,94 persen. Dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Pemerintah tumbuh paling tinggi dengan angka 15,19 persen.

Meski sektor jasa akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan paling cepat, struktur ekonomi NTT masih didominasi sektor pertanian. Pertanian, kehutanan dan perikanan memberikan kontribusi terbesar terhadap perekonomian NTT pada triwulan II 2026, yakni 29,40 persen.

Agrinas Palma Nusantara Salurkan Bantuan untuk 1.560 Warga Terdampak Gempa NTT

Dari sisi pengeluaran, perekonomian NTT masih sangat bergantung pada konsumsi masyarakat. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga menjadi komponen terbesar dengan kontribusi mencapai 63,29 persen.

Data tersebut memperlihatkan dua wajah utama ekonomi NTT. Sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi dari sisi produksi, sementara konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama dari sisi pengeluaran.

Di sisi lain, pertumbuhan tinggi sektor akomodasi dan makan minum menjadi catatan penting dalam perkembangan ekonomi NTT. Jika tren tersebut berlanjut dan ditopang peningkatan pariwisata, konektivitas serta daya beli masyarakat, sektor jasa dapat semakin berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

(Lid)

Wali Kota Kupang Tinjau Plafon Sekolah yang Rusak, Perbaikan Diusulkan dalam APBD Perubahan
error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement