IDETORIAL.com, Kupang — Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja penjualan eceran di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Juli 2026 diprakirakan tetap tumbuh meski mengalami perlambatan dibandingkan bulan sebelumnya.
Dalam siaran pers tertulis, Kamis, 13 Agustus 2026, disampaikan bahwa berdasarkan hasil survei BI, Indeks Penjualan Riil (IPR) Kota Kupang pada Juli 2026 diprakirakan berada pada level 79,24, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 23,55 persen (yoy). Pertumbuhan tersebut sedikit melambat dibandingkan Juni 2026 yang tercatat sebesar 24,05 persen (yoy).
Pertumbuhan penjualan eceran pada Juli 2026 terutama ditopang oleh beberapa kelompok komoditas, yakni kendaraan; suku cadang dan aksesori; perlengkapan rumah tangga lainnya; serta bahan bakar kendaraan bermotor.
Di sisi lain, sejumlah kelompok komoditas diprakirakan mengalami penurunan kinerja. Kelompok tersebut meliputi barang budaya dan rekreasi, sandang, serta peralatan informasi dan komunikasi.
Secara bulanan, kinerja penjualan eceran Kota Kupang pada Juli 2026 juga masih diprakirakan tumbuh. Pertumbuhannya mencapai 4,75 persen (mtm), namun melambat dibandingkan Juni 2026 yang tumbuh 16,27 persen (mtm).
Perkembangan penjualan eceran Kota Kupang tersebut sejalan dengan kondisi nasional yang secara tahunan masih mencatat pertumbuhan pada Juli 2026. IPR nasional pada periode tersebut tercatat 224,4.
Namun, secara bulanan, penjualan eceran nasional justru diprakirakan mengalami kontraksi sebesar 0,3 persen (mtm) setelah pada Juni 2026 masih tumbuh 0,7 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi normalisasi permintaan setelah periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur sekolah.
Tekanan Harga Diprakirakan Meningkat
Selain perkembangan penjualan, BI juga mencatat adanya peningkatan ekspektasi tekanan harga dalam tiga bulan ke depan.
Indeks Ekspektasi Harga (IEH) untuk September 2026 tercatat 200,0, meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang berada di level 197,9. Peningkatan tersebut antara lain dipengaruhi oleh puncak musim kemarau di Nusa Tenggara Timur.
Sementara itu, tekanan harga enam bulan ke depan atau Desember 2026 diprakirakan masih berada pada level yang sama. IEH Desember 2026 tercatat 200,0, tidak berubah dari periode sebelumnya.
Kondisi tersebut dipengaruhi oleh potensi meningkatnya permintaan masyarakat menjelang HBKN Natal dan Tahun Baru.
Dengan demikian, meski pertumbuhan penjualan eceran Kota Kupang pada Juli 2026 diprakirakan melambat, aktivitas konsumsi masyarakat masih menunjukkan tren positif.
Kendaraan, suku cadang dan aksesori, perlengkapan rumah tangga, serta bahan bakar kendaraan menjadi kelompok utama yang menopang pertumbuhan penjualan eceran di Kota Kupang.
(Lid)