GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Kursus Etika AI Gratis Berbahasa Indonesia Lewat Coursera

UNESCO Hadirkan Kursus Etika AI Gratis Berbahasa Indonesia Lewat Coursera

IDETORIAL.com, Jakarta – UNESCO resmi meluncurkan kursus daring tentang Etika Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang dapat diakses secara gratis melalui platform Coursera.

Kursus ini dirancang untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dan panduan praktis mengenai pengembangan, penerapan, serta tata kelola AI yang bertanggung jawab dan berpusat pada manusia.

Program yang dikembangkan UNESCO bersama LG AI Research ini disampaikan dalam bahasa Inggris dan dilengkapi fitur penerjemahan ke dalam 11 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia. Dengan sistem pembelajaran mandiri (self-paced), peserta dapat mengikuti materi sesuai waktu masing-masing dan memperoleh sertifikat setelah menyelesaikan seluruh modul.

Direktur Jenderal UNESCO, Prof. Khaled El-Enany, dalam rilis tertulis, Kamis, 6 Agustus 2026 menegaskan bahwa, penerapan AI yang etis tidak cukup hanya mengandalkan prinsip-prinsip normatif, tetapi membutuhkan pemahaman dan tindakan nyata dari setiap individu yang terlibat dalam pengembangan maupun pemanfaatan teknologi tersebut.

“Prinsip saja tidak cukup untuk mewujudkan AI yang etis; manusialah yang menerapkannya melalui tindakan nyata. Melalui kursus ini, UNESCO memperkuat perannya sebagai organisasi terdepan di bidang etika AI dengan menerjemahkan Rekomendasi Etika AI menjadi pembelajaran praktis,” ujarnya.

Roadshow TP PKK Bekali Pelajar Kupang Cegah Kekerasan Seksual dan Bullying

Kursus ini ditujukan bagi peserta yang telah memiliki pemahaman dasar mengenai AI. Melalui sepuluh modul pembelajaran, peserta akan mempelajari berbagai aspek penting, mulai dari prinsip dasar etika AI, kesetaraan dan inklusivitas, privasi dan tata kelola data, transparansi, keamanan, keberlanjutan lingkungan, otonomi manusia, hingga tata kelola AI di tingkat global.

“Setiap modul memadukan teori dengan studi kasus nyata, instrumen praktis, dan latihan reflektif sehingga peserta dapat menerapkan prinsip-prinsip etika AI dalam pengembangan produk, penyediaan layanan, maupun penyusunan kebijakan,”tambah Prof. Khaled El-Enany.

Setelah menyelesaikan kursus, peserta diharapkan mampu memahami kerangka kerja AI yang bertanggung jawab, mengidentifikasi risiko etis dan dampak sosial dari teknologi AI, serta menerapkan pendekatan berbasis hak asasi manusia dalam setiap tahap pengembangan dan penggunaannya.

Kurikulum kursus ini mengacu pada Rekomendasi UNESCO tentang Etika Kecerdasan Artifisial yang disahkan secara aklamasi oleh 193 negara anggota UNESCO pada 2021, termasuk Indonesia. Rekomendasi tersebut merupakan standar global pertama yang mengatur prinsip-prinsip etika dalam pengembangan dan pemanfaatan AI.

Seluruh materi pembelajaran, mulai dari video, bacaan, hingga tugas, tersedia secara gratis dengan total durasi sekitar 10 jam. Kehadiran terjemahan dalam Bahasa Indonesia diharapkan dapat memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap pembelajaran AI yang etis, sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial yang lebih inklusif, aman, dan bertanggung jawab.

PKM Berdampak, Serena Dorong Hasil Riset Undana Jadi Dasar Kebijakan Pembangunan Kota Kupang

(Lid)

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement