IDETORIAL.com, Kupang – Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang mengambil langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya, dengan mengalokasikan dana hibah sebesar Rp100 juta kepada National Paralympic Committee (NPC) Kota Kupang.
Anggaran tersebut diperoleh melalui kebijakan efisiensi belanja daerah, termasuk memangkas sejumlah fasilitas kepala daerah.
Wali Kota Kupang, Chris Widodo, Selasa, 7 Juli 2026 mengungkapkan bahwa, keputusan tersebut diambil sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pembinaan atlet disabilitas. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan pengembangan prestasi olahraga paralimpik di Kota Kupang.
Ia menjelaskan, saat pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dirinya bersama Dinas Pemuda dan Olahraga serta Badan Keuangan berkomitmen agar NPC Kota Kupang tetap memperoleh dukungan anggaran meski kondisi fiskal daerah cukup terbatas.
Salah satu bentuk efisiensi yang dilakukan, kata Christian, adalah menunda pengadaan mobil dinas baru bagi kepala daerah. Anggaran yang seharusnya digunakan untuk fasilitas tersebut kemudian dialihkan untuk mendukung pembinaan atlet penyandang disabilitas.
“Kalau ada yang bisa kita hemat, lebih baik anggaran itu dimanfaatkan untuk hal yang memberi dampak langsung kepada masyarakat, termasuk mendukung teman-teman atlet disabilitas agar bisa berprestasi,” ujarnya.
Dana hibah tersebut menjadi yang pertama diberikan Pemerintah Kota Kupang kepada NPC, sejak organisasi itu resmi terbentuk pada 2025.
Anggaran yang dihibahkan nantinya diperuntuk memperkuat pembinaan atlet, penyediaan sarana latihan, pendampingan, serta mendukung keikutsertaan atlet dalam berbagai kejuaraan.
Wali Kota juga mengingatkan agar penggunaan dana hibah lebih banyak menyentuh kebutuhan atlet dibandingkan biaya operasional organisasi. Ia mengarahkan sekitar 80 persen anggaran dimanfaatkan untuk pembinaan, komunikasi, dan peningkatan fasilitas latihan, sedangkan maksimal 20 persen digunakan untuk operasional sekretariat.
Selain peningkatan prestasi, Christian menekankan pentingnya pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel. Menurutnya, organisasi penerima hibah harus mampu mempertanggungjawabkan setiap penggunaan anggaran sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia juga mendorong NPC Kota Kupang memperkuat kolaborasi dengan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Kupang dalam pengembangan kepelatihan, pemanfaatan fasilitas, hingga peningkatan kualitas pembinaan atlet.
Ketua NPC Kota Kupang, Wilfridus Wene, mengapresiasi dukungan yang diberikan Pemerintah Kota Kupang. Menurutnya, hibah perdana tersebut menjadi motivasi bagi organisasi yang masih tergolong baru untuk membangun sistem pembinaan atlet disabilitas yang lebih baik.
Wilfridus mengakui proses menjaring atlet disabilitas masih menjadi tantangan karena sebagian besar atlet yang dibina saat ini masih berstatus pelajar.
“Dana hibah ini akan dimanfaatkan sesuai peruntukan, dan dipertanggungjawabkan secara administratif,”tandas Wilfridus.
Pencairan hibah saat ini tengah diproses oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Kupang, setelah penandatanganan dokumen administrasi antara Pemerintah Kota Kupang dan pengurus NPC Kota Kupang. (lid)