GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
1. Sesi permainan yang dilaksanakan UNAI bersama pengunjung sekitar Taman Literasi, Blok M

PBB Ajak Anak Muda Indonesia Ambil Peran Nyata Hadapi Perubahan Iklim

IDETORIAL.com, Jakarta – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia bersama sejumlah mitra mengajak generasi muda, komunitas, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat luas untuk mengambil langkah nyata dalam menghadapi perubahan iklim melalui penyelenggaraan The Green Community Festival di Taman Literasi Blok M, Jakarta, Kamis 25 Juni 2026

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 tersebut diikuti ratusan peserta yang berkumpul untuk berdiskusi, belajar, dan beraksi bersama demi mendukung upaya pelestarian lingkungan serta pengendalian dampak perubahan iklim.

Direktur Pusat Informasi PBB di Indonesia, Miklos Gaspar, mengatakan aksi iklim tidak hanya bergantung pada kebijakan besar pemerintah, tetapi juga ditentukan oleh pilihan dan tindakan sehari-hari yang dilakukan masyarakat.

“Aksi iklim bukan hanya tentang kebijakan berskala besar. Ini juga tentang pilihan yang kita buat setiap hari, di rumah, di sekolah, di komunitas kita, dan dalam cara kita saling peduli,” ujar Miklos Gaspar.

Menurutnya, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap kondisi bumi yang semakin terancam akibat perubahan iklim.

Penerimaan Pajak NTT Tumbuh 31,33 Persen

Acara tersebut digelar di tengah meningkatnya ancaman krisis iklim global. Dalam beberapa tahun terakhir, dunia mencatat suhu terpanas sepanjang sejarah, sementara frekuensi dan intensitas bencana terkait iklim terus meningkat dan menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat.

The Green Community Festival menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan interaktif, mulai dari lokakarya pertanian perkotaan, diskusi mengenai investasi hijau, permainan bertema keberlanjutan, pertunjukan musik, hingga pameran yang melibatkan badan-badan PBB, pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas lingkungan.

Selain itu, kampanye yang diusung dalam festival ini juga menyoroti keterkaitan perubahan iklim dengan sistem pangan, pengungsian, mata pencaharian masyarakat, serta kesetaraan gender. Tema tersebut sekaligus menghubungkan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan Hari Pengungsi Sedunia dan Tahun Perempuan Tani Internasional.

Salah satu agenda utama dalam festival tersebut adalah pengumuman pemenang Cool School Challenges, sebuah program yang mendorong siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di seluruh Indonesia untuk mengembangkan ide dan aksi nyata dalam menciptakan sekolah serta komunitas yang lebih berkelanjutan.

Program ini berhasil menghimpun 76 karya dari berbagai daerah di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 15 finalis terpilih berasal dari Jawa, Kalimantan Timur, Aceh, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

OJK Cabut Izin Usaha BPR Ceper Permata Artha

Beragam gagasan yang diajukan para peserta mencakup penghijauan lingkungan sekolah, pengurangan sampah, pertanian perkotaan, penghematan energi, kampanye lingkungan, hingga solusi iklim berbasis komunitas.

“Ke-76 karya tersebut menunjukkan bahwa generasi muda tidak menunggu orang lain untuk bertindak. Mereka sudah memulainya dari sekolah dan komunitas mereka sendiri. Itu memberi kita harapan,” kata Miklos.

Dalam kompetisi tersebut, SMA Al Umanaa Boarding School dari Sukabumi, Jawa Barat, berhasil meraih juara pertama. Posisi kedua diraih Sekolah Santa Ursula Jakarta, sedangkan juara ketiga diraih SMAN 1 Bekasi, Jawa Barat.

PBB di Indonesia menyampaikan apresiasi kepada seluruh finalis dan sekolah yang telah berpartisipasi atas kreativitas, komitmen, dan kepemimpinan mereka dalam mendorong aksi iklim.

Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PBB menegaskan bahwa upaya melindungi bumi dapat dimulai dari tindakan sederhana seperti menanam pohon, mengurangi sampah, menghemat energi, memilih pola konsumsi yang lebih berkelanjutan, serta meningkatkan kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang paling rentan terdampak perubahan iklim.

Wali Kota Kupang Janji TPP ASN Dibayarkan 12 Bulan Penuh pada 2026

Di sisi lain, pesan utama yang disampaikan tetap sama, yakni waktu untuk bertindak semakin terbatas. Langkah yang diambil saat ini akan menentukan tingkat keselamatan, ketahanan, dan kualitas hidup generasi mendatang.

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement