IDETORIAL.com, Kupang – Wali Kota Kupang, Chris Widodo, mengapresiasi penyelenggaraan Tour de En Te Te 2026 sebagai kegiatan olahraga yang tidak hanya mendorong partisipasi masyarakat dalam aktivitas fisik, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi warga.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-67 Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu dinilai mampu menghubungkan olahraga, promosi pariwisata, pemberdayaan UMKM, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Wali Kota Kupang dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTT beserta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi NTT yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut dan melibatkan Kota Kupang sebagai salah satu lokasi pelaksanaan.
“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan terima kasih. Kami merasa sangat senang dan bahagia karena Kota Kupang turut mendapatkan manfaat dari kegiatan ini. Selamat datang di Kota Kupang bagi seluruh peserta Tour de En Te Te,”kata Chris, Jumat, 6 November 2027.
Menurut Chris, Tour de En Te Te bukan sekadar agenda olahraga atau perayaan tahunan, melainkan momentum membangun kebersamaan sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia secara khusus mengapresiasi gagasan Gubernur NTT yang mengintegrasikan kegiatan tersebut dengan berbagai aksi sosial, termasuk program bedah rumah dan pelibatan rumah-rumah warga sebagai tempat menginap peserta dengan pembayaran yang layak.
Chris menilai pendekatan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan olahraga dan perayaan daerah dapat dirancang agar manfaatnya tidak hanya dirasakan penyelenggara dan peserta, tetapi juga masyarakat di sekitar lokasi kegiatan. Melalui kegiatan seperti ini, pemerintah memiliki kesempatan untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, mendengarkan langsung keluhan, sekaligus membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Menurutnya, sebuah kegiatan mungkin hanya berlangsung beberapa hari, tetapi manfaat dari aksi sosial yang menyertainya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Perayaan mungkin selesai dalam beberapa hari, tetapi ada keluarga yang rumahnya diperbaiki sehingga mereka bisa tidur lebih tenang. Bagi saya, di situlah makna sebuah perayaan menemukan bentuk terbaiknya. Anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat, memperbaiki rumah warga, dan mendengar langsung keluhan masyarakat,” tambahnya.
Chris berharap penyelenggaraan Tour de En Te Te dapat terus menjadi ruang untuk memperkuat budaya olahraga, memperkenalkan potensi pariwisata daerah, serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan produktif.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-67 bagi Provinsi NTT dan berharap daerah itu terus bertumbuh dalam keberagaman, kebersamaan, dan kepedulian sosial.
Sementara itu, Gubernur NTT, Melki Laka Lena menjelaskan bahwa Tour de En Te Te dirancang bukan hanya sebagai kegiatan olahraga, tetapi juga sebagai momentum menggerakkan ekonomi kerakyatan, pariwisata, serta kepedulian sosial dan lingkungan.
Menurut Melki, kegiatan di Pantai Lasiana telah memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan aktivitas ekonomi. Ia memperkirakan perputaran uang dari transaksi UMKM di sekitar lokasi kegiatan mencapai Rp50 juta hingga Rp100 juta lebih.
“Ini bukan sekadar olahraga. Kita bisa melihat ekonomi UMKM tumbuh sejak pagi. Saya perkirakan perputaran ekonomi hari ini bisa mencapai Rp50 juta sampai Rp100 juta lebih di sekitar sini. Inilah cara kita saling mendukung agar dalam kondisi seperti sekarang, UMKM tetap hidup dan bisa menjadi tuan rumah di negeri NTT,” ungkap Gubernur.
Selain menggerakkan UMKM, kegiatan tersebut juga melibatkan organisasi perangkat daerah dan berbagai instansi untuk memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat. Bentuk dukungan antara lain pembagian bibit tanaman, edukasi pengelolaan sampah, buku, tas, hingga perlengkapan olahraga.
Gubernur juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, mengikuti kegiatan jalan sehat dan lomba lari 10 kilometer yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Kupang, Sabtu (7/11/2026).
Rangkaian Tour de En Te Te 2026 selanjutnya akan berlanjut ke sejumlah kabupaten di NTT, meliputi wilayah Sumba, Flores, Sabu Raijua, Rote Ndao, Lembata, dan Alor.
Seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan mencapai puncaknya pada 12 Desember 2026 di Kota Kupang melalui lomba lari 10 kilometer dengan target partisipasi sedikitnya 10.000 peserta.
Melalui Tour de En Te Te 2026, olahraga diharapkan tidak hanya menjadi sarana menjaga kebugaran dan membangun semangat kebersamaan, tetapi juga menjadi penggerak pariwisata, ekonomi lokal, dan kepedulian sosial di Nusa Tenggara Timur.
(Lidia)