IDETORIAL.com, Jakarta – Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (Wamenlu AS) untuk Urusan Ekonomi, Jacob Helberg, mengunjungi Jakarta untuk memperkuat kerja sama ekonomi bilateral, khususnya di sektor energi, teknologi informasi dan komunikasi, serta pengembangan industri.
Dalam kunjungan tersebut, kedua negara membahas peluang kesepakatan komersial perusahaan AS dengan nilai lebih dari US$2 miliar atau sekitar Rp33 triliun.
Kunjungan Helberg merupakan bagian dari rangkaian lawatan regional yang juga mencakup Singapura dan Jepang. Agenda di Jakarta diarahkan untuk memperluas perdagangan dan investasi sekaligus memperkuat rantai pasok yang aman dan tangguh di kawasan Indo-Pasifik.
Selama berada di Jakarta, Helberg bertemu dengan CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, serta Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid. Pertemuan tersebut membahas upaya mendorong realisasi kesepakatan komersial AS di sektor energi serta teknologi informasi dan komunikasi.
Dalam rilis tertulis, US Embassy, Kamis, 5 November 2026, kesepakatan bernilai lebih dari US$2 miliar itu diarahkan untuk mendukung ketahanan energi, pertumbuhan industri, serta penguatan konektivitas tepercaya bagi kedua negara.
Selain itu, Helberg bertemu dengan Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Budisatrio Djiwandono. Pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan ekonomi AS-Indonesia, termasuk upaya memperluas perdagangan dan investasi bilateral.
Peluang kerja sama juga dijajaki dalam jamuan makan malam bersama Wakil Menteri Luar Negeri RI Arif Havas Oegroseno, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, serta Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas potensi perluasan kolaborasi di bidang teknologi, ekonomi digital, dan pengembangan industri, termasuk pembangunan rantai pasok yang aman.
Kunjungan ini mencerminkan penguatan Kemitraan Strategis Komprehensif AS-Indonesia sekaligus komitmen kedua negara memperluas hubungan ekonomi melalui perdagangan, investasi, dan teknologi.
Amerika Serikat berharap pembahasan dalam rangkaian pertemuan tersebut dapat ditindaklanjuti menjadi peluang bisnis baru bagi perusahaan kedua negara. Kerja sama itu juga diharapkan memperkuat ketahanan rantai pasok regional serta mendukung stabilitas ekonomi di kawasan Indo-Pasifik.
(Lidia/*)