IDETORIAL.com, Kupang – Anggota DPR RI Fraksi NasDem, Julie Sutrisno Laiskodat, menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembinaan atlet Shorinji Kempo Nusa Tenggara Timur (NTT).
Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah mendatangkan pelatih asal Jepang untuk memperkuat tim pelatih sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi World Taikai atau Kejuaraan Dunia di Nagoya, Jepang, 2027.
Rencana tersebut disampaikan Julie menjelang pelantikannya sebagai Ketua Umum Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI) NTT di GOR Oepoi, Kupang, Minggu, 1 November 2026.
Pelantikan akan dilakukan oleh Ketua Umum PB PERKEMI dan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 PERKEMI NTT. Dalam kesempatan yang sama, Pasukan 100 PERKEMI NTT juga akan dilantik.
Julie mengatakan, pelatih asal Jepang nantinya akan bekerja bersama tim pelatih Indonesia dan NTT. Kehadiran pelatih tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan atlet melalui pengenalan perkembangan teknik terbaru Shorinji Kempo serta memperkuat kualitas latihan menghadapi kompetisi internasional.
Selain Kejuaraan Dunia 2027, pembinaan atlet juga diarahkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028, ketika NTT menjadi salah satu tuan rumah penyelenggaraan pesta olahraga nasional tersebut.
Menurut Julie, target prestasi pada dua ajang itu membutuhkan persiapan yang matang, mulai dari perencanaan, pelaksanaan program pembinaan hingga pengawasan secara berkelanjutan. Ia menyadari persaingan antardaerah pada PON 2028 akan berlangsung ketat sehingga PERKEMI NTT harus mengambil langkah serius sejak dini.
“Target besar di PON 2028 dan persaingan antarprovinsi juga begitu ketat, maka langkah berani ini harus saya ambil. Saya tahu risiko juga besar, terutama biaya. Namun, harga diri, martabat NTT dan nama NTT jauh lebih mahal dari semua yang kita akan buat. Karena itu saya putuskan harus dilaksanakan,” kata Julie.
Anggota DPR RI dari daerah pemilihan NTT I yang meliputi Flores, Alor, dan Lembata itu mengatakan, NTT memiliki potensi besar yang harus dikelola secara baik, benar, dan serius. Salah satu sektor yang membutuhkan perhatian adalah pembangunan sumber daya manusia, terutama melalui pembinaan generasi muda.
Ia memandang PERKEMI sebagai organisasi yang memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia di NTT. Pembinaan melalui olahraga Shorinji Kempo tidak hanya diarahkan untuk mencetak atlet berprestasi, tetapi juga membentuk karakter anak-anak, remaja, dan pemuda.
Menurut Julie, generasi muda yang saat ini mengikuti pembinaan merupakan aset penting bagi masa depan NTT dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang. Karena itu, pembinaan harus dilakukan secara konsisten dengan dukungan organisasi, pelatih, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
Julie berharap masyarakat NTT turut mendukung perjuangan para kenshi agar mampu mengharumkan nama daerah pada Kejuaraan Dunia di Jepang maupun PON XXII 2028.
“Kita semua inginkan kita harus juara di Kejuaraan Dunia dan di PON XXII 2028. Dengan tekad: BERSAUDARA, BERSATU, BERPRESTASI, saya yakin kita akan sukses,” ujarnya.
Julie juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap para kenshi Shorinji Kempo NTT. Ia menilai para atlet memiliki tiga karakter utama yang menjadi kekuatan dalam pembinaan PERKEMI NTT, yakni disiplin, pekerja keras, dan dididik untuk mengandalkan Tuhan.
Ketiga karakter tersebut diharapkan terus menjadi fondasi pembinaan sehingga para kenshi tidak hanya memiliki kemampuan bertanding, tetapi juga tumbuh sebagai generasi muda yang berkarakter dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan.
Momentum pelantikan kepengurusan baru yang bertepatan dengan HUT ke-48 PERKEMI NTT diharapkan menjadi titik penguatan organisasi dan pembinaan atlet. Dengan persiapan menuju Nagoya 2027 dan PON XXII 2028, PERKEMI NTT menargetkan lahirnya atlet-atlet yang mampu bersaing di tingkat dunia sekaligus membawa nama NTT di panggung olahraga nasional.
(Lidia)