IDERTORIAL.com, Kupang — Wajah perekonomian sebuah daerah tidak hanya terlihat dari angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari aktivitas usaha yang berlangsung setiap hari.
Di balik angka-angka tersebut, ada warung kecil di lingkungan permukiman, usaha rumahan, pedagang, UMKM, penyedia jasa hingga perusahaan besar yang terus menggerakkan roda ekonomi.
Hal itu mengemuka dalam diskusi Badan Pusat Statistik (BPS) NTT bersama wartawan di Kupang, Rabu 19 Agustus 2026.
Dalam paparannya, Statistisi Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Pembina Statistik Sektoral dan Diseminasi BPS NTT, Indra Achmad Souri, menjelaskan bahwa seluruh aktivitas usaha tersebut merupakan bagian penting dalam menggambarkan kondisi perekonomian daerah.
Menurutnya, keberadaan setiap usaha, baik dalam skala kecil maupun besar, memiliki arti dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Pendataan tidak hanya melihat usaha berskala besar, tetapi mencakup berbagai kegiatan ekonomi yang berlangsung di tengah masyarakat.
Melalui SE2026, BPS melakukan pendataan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai aktivitas dan struktur ekonomi. Data yang dikumpulkan mencakup berbagai jenis usaha dan sektor ekonomi sehingga kondisi perekonomian dapat dipotret secara lebih lengkap.
Bagi Nusa Tenggara Timur (NTT), pendataan ini menjadi penting untuk melihat bagaimana aktivitas ekonomi berlangsung di berbagai wilayah. Dari data tersebut dapat diketahui sektor-sektor yang berkembang, karakteristik usaha, potensi ekonomi, serta berbagai aktivitas yang menjadi penggerak kehidupan ekonomi masyarakat.
“Data tersebut bukan sekadar angka. Informasi yang terkumpul dapat menjadi bahan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan, merancang program pembangunan, serta menentukan langkah pengembangan ekonomi yang lebih sesuai dengan kondisi di lapangan,” terang Indra.
Karena itu, pelaku usaha memiliki peran penting dalam pelaksanaan SE2026. Usaha yang dijalankan mungkin berskala kecil, tetapi ketika masuk dalam data, aktivitas tersebut ikut memberikan gambaran mengenai bagaimana ekonomi daerah bergerak.
SE2026 juga bukan pemeriksaan pajak.
Indra menegaskan, pendataan dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai aktivitas dan karakteristik usaha, bukan untuk memeriksa kewajiban perpajakan pelaku usaha.
Penegasan ini penting agar masyarakat dan pelaku usaha tidak perlu khawatir saat memberikan informasi kepada petugas sensus. Data yang diberikan secara benar dan sesuai kondisi usaha akan membantu menghasilkan gambaran ekonomi yang lebih akurat.
Semakin lengkap usaha yang terdata, semakin jelas pula wajah ekonomi daerah yang dapat terlihat. Dari usaha kecil hingga perusahaan besar, semuanya memiliki kontribusi dalam membentuk struktur perekonomian.
Data tersebut pada akhirnya menjadi salah satu fondasi bagi pemerintah dalam memahami kondisi ekonomi dan menentukan arah pembangunan. Sebab, kebijakan yang tepat membutuhkan data yang tepat, sementara data yang kuat berawal dari partisipasi pelaku usaha.
“Usaha Anda mungkin kecil, tetapi datanya ikut menentukan bagaimana wajah ekonomi daerah terlihat,” tutup Indra.
(Lid)