GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Ilustrasi

1,03 Juta Penduduk NTT Berada di Bawah Garis Kemiskinan

IDETORIAL.com, Kupang – Sebanyak 1,03 juta penduduk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih hidup di bawah garis kemiskinan pada September 2025.

Meski demikian, jumlah tersebut menunjukkan tren membaik setelah berkurang 57,09 ribu orang dibandingkan Maret 2025 dan turun 76,24 ribu orang dibandingkan September 2024.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, Rabu, 5 Agustus 2026, persentase penduduk miskin pada September 2025 tercatat sebesar 17,50 persen. Angka ini menurun 1,10 persen poin dibandingkan Maret 2025 yang sebesar 18,60 persen, serta turun 1,52 persen poin dibandingkan September 2024.

Penurunan kemiskinan terjadi baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Di perkotaan, persentase penduduk miskin turun dari 7,68 persen menjadi 6,96 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini juga berkurang dari 121,85 ribu orang menjadi 112,54 ribu orang atau turun 9,31 ribu orang.

Sementara itu, di wilayah perdesaan, persentase penduduk miskin menurun dari 22,66 persen menjadi 21,48 persen. Jumlah penduduk miskin di perdesaan berkurang lebih besar, yakni 47,78 ribu orang, dari 966,93 ribu orang pada Maret 2025 menjadi 919,15 ribu orang pada September 2025.

OJK Terbitkan POJK Baru, Perkuat Pengawasan dan Tata Kelola Industri Pinjaman Daring

BPS juga mencatat Garis Kemiskinan di NTT pada September 2025 sebesar Rp563.052 per kapita per bulan. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp425.350 atau 75,54 persen merupakan kebutuhan makanan, sedangkan Rp137.702 atau 24,46 persen merupakan kebutuhan nonmakanan.

Rata-rata rumah tangga miskin di NTT terdiri atas 5,88 anggota rumah tangga. Dengan demikian, Garis Kemiskinan per rumah tangga mencapai Rp3.310.746 per bulan. Nilai tersebut menjadi batas pengeluaran minimum yang dibutuhkan sebuah rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan nonmakanan.

(Lid)

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement