IDETORIAL.com, Kupang – Kabar gembira bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT). Layanan bayi tabung kini resmi dibuka di NTT lewat kerja sama Morula IVF Surabaya dan Arra Fertility Clinic.
Peluncuran layanan ini dilakukan, Sabtu, 25 April 2026, ratusan pasangan pejuang garis dua ikut hadir menyaksikan pembukaan itu.
Division Head Operation Morula IVF Surabaya, Arik Lisarja mengatakan, agenda itu bukan sekadar seremoni. Langkah itu merupakan wujud nyata bagi setiap pasangan.
“Kami memahami perjalanan ini tidak mudah, penuh doa, kesabaran dan harapan. Karena itu kami hadir dengan layanan komprehensif, teknologi, pendampingan,” katanya dalam sambutan.
Lewat kerja sama dengan Arra Fertility Clinic, Morula IVF berkomitmen memperluas layanan yang lebih merata, menghadirkan pilihan penanganan yang semakin menyeluruh sekaligus memastikan setiap pasangan mendapat solusi yang tepat.
“Terima atas kepercayaan dan dukungan, semoga layanan ini menjadi awal bagi NTT dan sekitarnya. Mari wujudkan lebih banyak harapan dan kehidupan,” tambahnya.
Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) NTT, dr Laurens D. Paulus mengatakan, hadirnya layanan ini menjadi suatu kebanggaan. Itu merupakan kemajuan pelayanan yang canggih dan ditujukan bagi masyarakat NTT.
“Ini menjadi satu kebanggaan tersendiri. Menjadi tonggak sejarah,” ujar dr.Laurens
Dia mengatakan, layanan ini membantu pasangan yang sulit hamil secara alamiah. Diharapkan, layanan ini menjadi pusat layanan berkualitas di NTT. Bahkan itu menjadi kebanggaan untuk negara, sehingga negara tetangga seperti Timor Leste bisa ikut merasakan layanan tersebut.
Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) NTT dr. Stevanus Soka menambahkan, IDI mengapresiasi layanan ini. Menurut dia, layanan itu merupakan lompatan yang luar biasa di NTT. Bagi dia, itu tidak sekadar memberi keuntungan tetapi juga jauh dari itu adalah dampaknya ke masyarakat.
“Tapi bisa berdampak ke layanan kesehatan. IDI sangat berbangga. Tetap menjaga nilai kehidupan, dan penghormatan kemanusiaan,” imbuh dr.Stevanus Soka.
Kepala Dinas Kesehatan NTT, Ruth D. Laiskodat mengapresiasi layanan ini, yang hadir atas kerja sama Morula IVF Surabaya dan Arra Fertility Clinic di Kupang. Dia mengatakan, harapan sering bermula dari hal kecil bagi kehidupan pasangan di NTT.
Harapan itu, kata dia, kini memiliki alasan yang pasti dengan hadirnya pelayanan bagi setiap pasangan untuk memiliki bayi. Ruth menyebutkan kolaborasi dia perusahan kesehatan itu bukan semata urusan bisnis medis.
“Ini adalah revolusi emosional bagi para pejuang garis dua di wilayah Indonesia Timur. Yang selama puluhan tahun harus menyebrang lautan demi peluang untuk meminang buah hati,”terang Ruth.
Selama ini, ujar dia, impian dalam program bayi tabung adalah sebuah kemewahan dan berlapis. Banyak orang NTT, harus keluar ke daerah seperti Bali hingga Surabaya untuk menikmati layanan tersebut. Perjalanan itu juga memakan biaya yang tidak sedikit.
Kehadiran layanan ini di Kupang, bagi dia adalah jawaban atas jeritan hati setiap pasangan. Dengan layanan yang semakin dekat, biaya operasional bisa ditekan 30-40 persen dan signifikan dengan keluarga menengah.
“Yang selama ini memandang bayi tabung sebagai prosedur yang tak terjangkau,” sambung dia.
Dia mengatakan, Morula Indonesia bukanlah pemain baru. Dengan rekam jejak keberhasilan tinggi dan teknologi mutakhir, mereka membawa standar prosedur yang paten. Sementara Arra Fertility Clinic memahami karakteristik lokal dan memiliki infrastruktur memadai di Ibu Kota Provinsi NTT.
Sehingga, kualitas layanan yang diterima oleh setiap pengguna sama persis dengan layanan di Kota lainnya. Budaya masyarakat NTT yang mengunjung tinggi akan keturunan kerap menjadi beban dan menjadi tekanan sosial.
Apalagi, ketika melaksanakan program bayi tabung di luar NTT, seringkali menambah beban karena jauh dari dukungan keluarga. Untuk itu, kehadiran layanan itu justru akan memberi kemudahan tidak saja dari biaya tetapi juga dari sisi dukungan lingkungan.
“Salah satu tantangan di NTT, bukan saja teknologi melainkan stigma. Banyak yang menganggap kemandulan semata-mata masalah pihak perempuan,” katanya.
Dia juga mendorong adanya edukasi yang masif agar membantu setiap pasangan. Pemerintah berharap kehadiran layanan ini menjadi hal baik untuk warga di NTT turut meningkatkan kualitas sumber daya manusia di NTT.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Retnowati turut menyampaikan bahwa hadirnya layanan bayi tabung di Kota Kupang, Dinas Kesehatan ikut mendukung , memperlancar dan mempermudah klinik ini dengan proses perijinan agar layak beroperasi serta masyarakat segera mendapatkan pelayanan.
“Dinas Kesehatan dalam hal ini mendukung untuk memperlancar dan permudah proses ijin operasional klinik hingga masyarakat bisa segera memanfaatkan layanan ini,”kata Retnowati.
Owner Arra Clinic, dr.Andree Hartanto dalam sesi wawancara menyampaikan apresiasi dan terima kasih bagi pemerintah provinsi NTT dan Kota Kupang yang mendukung upaya Arra Clinic mengurai permasalah Infertilitas (masalah kesuburan) yang berdasar data makin tinggi, 7 dari 10 pasangan di NTT belum memiliki keturunan.
“Ini yang jadi masalah, data menunjukkan 7 dari 10 pasangan di NTT belum memiliki keturunan, dengan adanya klinik ini jadi lebih membantu dapat layanan yang lebih dekat dan terjangkau,”jelas dr.Andree
Adapun layanan Bayi Tabung Arra Clinic dipatok dengan biaya layanan dari kisaran Rp100-200juta dan saat ini sudah terdapat 50 pasangan yang antusias masuk daftar tunggu mendapatkan layanan Bayi Tabung. (*)