GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Dalam Momen HUT RI, BI NTT Edukasi Kewajiban Rupiah dan Dorong Implementasi QRIS di Perbatasan NKRI

Jelang HUT ke-81 RI, BI NTT Edukasi Rupiah dan Perluas QRIS di PLBN Wini-Napan

IDETORIAL.com, TTU – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkuat edukasi penggunaan Rupiah sekaligus memperluas akseptansi transaksi digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di kawasan perbatasan Indonesia-Timor Leste.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat di wilayah perbatasan memahami Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah sekaligus simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di saat yang sama, BI NTT mendorong pelaku usaha perbatasan beradaptasi dengan sistem pembayaran digital yang semakin berkembang.

Edukasi Rupiah dilaksanakan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), pada 13 Agustus 2026. Kegiatan diawali dengan sambutan Administrator PLBN Wini, Reynold Uran, dan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Kepala Unit Implementasi Kebijakan SP dan Pengawasan SP PUR BI NTT, Teguh Ersada Natail Sitepu.

Teguh menegaskan, kewajiban penggunaan Rupiah dalam setiap transaksi pembayaran di wilayah NKRI merupakan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Ketentuan tersebut menjadi semakin penting di kawasan perbatasan yang memiliki mobilitas masyarakat dan aktivitas perdagangan dengan negara tetangga.

Karena itu, BI NTT bersama PLBN Wini mendorong peningkatan literasi masyarakat untuk mencegah penggunaan mata uang asing dalam transaksi domestik. Edukasi diarahkan tidak hanya pada aspek kewajiban, tetapi juga menumbuhkan kecintaan dan kebanggaan terhadap Rupiah sebagai salah satu simbol kedaulatan negara.

HUT ke-25, PerwabanTT Berbagi Kasih dengan 122 Jiwa Pekerja Pemulung di Kupang

Dalam kegiatan tersebut, Ardy Hendrow Daga dari Unit Implementasi PUR BI NTT memberikan edukasi mengenai gerakan 5J dalam merawat Rupiah, yakni Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Diremas, Jangan Distapler, dan Jangan Dibasahi. Masyarakat juga dibekali pengetahuan mengenai ciri-ciri keaslian uang Rupiah guna mengantisipasi peredaran uang palsu.

Upaya menjaga kedaulatan Rupiah kemudian diperkuat melalui sinergi BI NTT dengan Pemerintah Kabupaten TTU, PLBN Napan, dan perbankan. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memastikan transaksi perdagangan di kawasan perbatasan tetap menggunakan Rupiah, sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk menikmati layanan pembayaran yang lebih modern.

Salah satu implementasinya melalui Pasar Tangkap Dolar yang diresmikan Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo pada 14 Agustus 2026. Melalui program tersebut, masyarakat dari Distrik Oecusse, Timor-Leste, yang hendak berbelanja di kawasan pasar diarahkan menukarkan mata uang asing terlebih dahulu melalui money changer berizin di kawasan PLBN Napan.

Skema ini menjadi upaya strategis untuk menjaga penggunaan Rupiah dalam aktivitas ekonomi di wilayah Indonesia sekaligus mendorong perputaran uang di tengah masyarakat perbatasan. Kehadiran Pasar Tangkap Dolar juga diharapkan memperluas akses pasar bagi produk-produk UMKM lokal.

Selain transaksi tunai, BI NTT juga mendorong digitalisasi pembayaran melalui QRIS dalam rangka Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026. Pelaku usaha di kawasan perbatasan diberikan pemahaman mengenai kemudahan menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran yang praktis.

Wali Kota Kukuhkan 36 Paskibraka Kota Kupang, Berikut Nama-namanya

Sejumlah UMKM di Pasar Tangkap Dolar, mulai dari usaha makanan dan minuman hingga produk kriya, telah menyediakan QRIS bagi konsumen. Kehadiran layanan tersebut memungkinkan transaksi dilakukan secara non-tunai sehingga memberikan pilihan pembayaran yang lebih mudah bagi masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah.

Perluasan QRIS di kawasan perbatasan menjadi bagian dari upaya BI NTT membangun ekosistem pembayaran yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan digital. Sementara edukasi Rupiah menjadi fondasi untuk memastikan transformasi tersebut tetap berjalan dalam koridor kedaulatan mata uang nasional.

Menjelang HUT ke-81 RI, sinergi BI NTT bersama pemerintah daerah, PLBN, perbankan, dan pelaku UMKM menunjukkan bahwa kawasan perbatasan tidak hanya menjadi beranda depan NKRI, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.

Melalui penguatan Rupiah dan perluasan QRIS, BI NTT mendorong kawasan perbatasan Wini-Napan menjadi wilayah yang semakin kuat secara ekonomi, tertib dalam penggunaan mata uang nasional, serta siap mengikuti perkembangan ekosistem pembayaran digital.

(Lid)

Kunjungi Indonesia, Putri Mahkota Victoria dari Swedia Akan Sambangi NTT untuk Lihat Ekowisata

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement