IDETORIAL.com, Kupang – Peringatan Hari Buku Nasional 2026 di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat sejarah. Pemrov NTT bersama Bank Indonesia (BI), Balai Bahasa NTT, dan Pokja Bunda Literasi berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui kegiatan literasi yang melibatkan 15.636 pelajar dari seluruh wilayah NTT.
Program Pendampingan Literasi Generasi Muda yang digelar di Kupang, Selasa, 26 Mei 2026, diikuti siswa SD, SMP, SMA, dan SMK secara luring maupun daring. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya membaca sekaligus meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan generasi muda.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI, Hafidz Muksin, Staf Ahli Gubernur NTT Bidang Kesejahteraan Rakyat, Henderina Sintiche Laiskodat, Bunda Literasi Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, para kepala sekolah, guru, dan ribuan pelajar dari berbagai daerah di NTT.
Bunda Literasi Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, mengatakan budaya literasi harus dibangun sejak dini agar generasi muda memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan mampu bersaing di tengah perkembangan zaman.
“Literasi harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar kegiatan seremonial,” ujarnya.
Sementara itu, Henderina Sintiche Laiskodat menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT dalam memperkuat kualitas pendidikan dan budaya literasi melalui kolaborasi lintas sektor.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI, Hafidz Muksin, menilai literasi menjadi fondasi penting dalam membangun karakter dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTT, Adidoyo Prakoso, menekankan pentingnya penguatan literasi ekonomi dan keuangan sejak dini.
Menurutnya, pemahaman tentang pengelolaan keuangan, inflasi, dan stabilitas ekonomi perlu diperkenalkan kepada pelajar agar mampu mengambil keputusan ekonomi secara bijak di masa depan.
Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, Bank Indonesia Provinsi NTT juga menggelar Edukasi Literasi Kebanksentralan secara serentak di 151 SMA dan SMK se-NTT.
Kegiatan inilah yang kemudian mengantarkan NTT meraih rekor MURI untuk kategori Pelaksanaan Edukasi Kebanksentralan secara Hybrid dengan Jumlah Peserta Terbanyak.
Pemerintah Provinsi NTT berharap momentum Hari Buku Nasional 2026 menjadi penggerak lahirnya generasi muda yang cerdas, adaptif, dan memiliki kemampuan literasi yang kuat, baik dalam bidang pendidikan maupun ekonomi. (Lid/hms)