GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di Dusun Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.

BNPB Pastikan 7 Huntara di Manggarai Timur Tetap Kokoh Usai Gempa M5,3

IDETORIAL.com, Manggarai — Sebanyak tujuh unit Hunian Sementara (Huntara) yang telah selesai dibangun BNPB di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap berdiri dan tidak mengalami kerusakan setelah wilayah tersebut diguncang gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,3 pada Senin lalu.

BNPB memastikan ketujuh unit Huntara tersebut dalam kondisi aman dan telah diserahterimakan kepada warga penerima manfaat pada hari yang sama dengan terjadinya gempa.

Ketujuh Huntara berada di Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong. Bangunan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memindahkan warga terdampak gempa dari tenda pengungsian ke hunian sementara yang lebih layak selama proses pembangunan hunian tetap berlangsung.

Kepastian mengenai kondisi Huntara disampaikan BNPB bersama Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, menyusul beredarnya rekaman video yang memperlihatkan kerangka baja ringan roboh di Dusun Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara.

Dalam rilis tertulis BNPB, Sabtu, 27 September 2026 dijelaskan, struktur yang terlihat roboh dalam video tersebut bukan bangunan Huntara yang telah selesai, atau diserahterimakan kepada warga. Kerangka itu masih berada dalam tahap awal konstruksi ketika gempa susulan M5,3 terjadi.

Count Down Pilkades Mabar, Forum Peduli dan Keuskupan Labuan Bajo Serukan Jaga Kamtibmas

Pada saat gempa, struktur tersebut belum dikunci secara menyeluruh dan fondasinya belum melalui proses pengecoran atau penyemenan. Dengan kondisi tersebut, struktur sementara itu belum memiliki kekuatan untuk menahan gaya horizontal akibat guncangan gempa.

Sementara Huntara yang telah selesai dibangun memiliki ukuran sekitar 6 x 4 meter. Struktur utama menggunakan tiang dan rangka baja ringan, dengan dinding gipsum dan atap seng GRC.

Setiap unit juga dilengkapi dua pintu sebagai akses masuk dan keluar serta dua jendela dengan ventilasi untuk menunjang sirkulasi udara dan kenyamanan penghuni.

BNPB menyebut ketahanan tujuh unit yang telah selesai dibangun telah teruji saat gempa susulan terjadi. Tidak ditemukan kerusakan pada unit-unit tersebut.

Di sisi lain, pemerintah masih mempercepat pembangunan dan penanganan Huntara berikutnya di Dusun Ronting. Tim teknis dan pelaksana lapangan melakukan pembersihan material serta perakitan kembali struktur dengan pengawasan konstruksi yang diperketat.

Sinergi BI NTT dan Pemda Berbuah Empat Penghargaan TP2DD dan TPID

Penanganan tersebut merupakan bagian dari proses pemulihan pascagempa Flores di Manggarai Timur. Berdasarkan pemutakhiran data per 22 September 2026, pemerintah menyiapkan 2.422 unit rumah permanen bagi warga dengan rumah kategori rusak berat.

Sementara bagi warga yang rumahnya mengalami rusak sedang sebanyak 4.146 unit dan rusak ringan sebanyak 7.616 unit, pemerintah memberikan dana stimulan masing-masing Rp30 juta dan Rp15 juta.

BNPB mengapresiasi perhatian masyarakat terhadap proses pembangunan hunian bagi warga terdampak. Lembaga tersebut juga meminta informasi mengenai pembangunan Huntara disampaikan secara utuh berdasarkan kondisi dan fakta di lapangan.

BNPB menegaskan keterbukaan terhadap pengawasan publik tetap diperlukan selama proses pemulihan berlangsung, sekaligus memastikan hunian yang diserahterimakan kepada warga memenuhi standar kelayakan dan ketahanan bangunan terhadap risiko gempa.

(Lidia/*)

NTT Raih Empat Penghargaan Nasional TP2DD dan TPID

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement