IDETORIAL.com, Kupang – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, mendukung perluasan penggunaan kendaraan listrik di Kota Kupang dengan meminta PT PLN (Persero) memperbanyak Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Ketersediaan infrastruktur pengisian daya dinilai penting untuk memudahkan masyarakat beralih ke transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Permintaan tersebut disampaikan Serena saat mengikuti uji coba (test drive) mobil listrik dalam rangka memperingati Hari Listrik Nasional ke-81 PT PLN (Persero) di lapangan upacara Kantor Wali Kota Kupang, Selasa, 27 Oktttober 2026.
Serena mengapresiasi kehadiran SPKLU Ultra Fast Charging berkapasitas 120 kW di Kota Kupang. Menurut dia, fasilitas tersebut menjadi bagian penting dari pengembangan ekosistem kendaraan listrik sekaligus investasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
“Kehadiran SPKLU Ultra Fast Charging bukan sekadar penambahan fasilitas, tetapi merupakan investasi bagi Kota Kupang. Ini langkah konkret PLN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Serena.
Ia menilai, kendaraan listrik dapat menjadi alternatif transportasi di tengah keluhan masyarakat mengenai pasokan dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah. Selain menawarkan biaya operasional yang relatif lebih rendah, kendaraan listrik juga tidak memerlukan penggantian oli mesin seperti mobil konvensional.
“Pakai mobil listrik itu banyak keunggulannya. Misalnya, pengisian baterai lebih murah, tidak menggunakan oli mesin, bahkan terhindar dari sistem ganjil-genap di kota-kota besar,” ujarnya.
Namun, Serena menegaskan, perluasan penggunaan kendaraan listrik harus diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur pengisian daya yang memadai. Penambahan SPKLU diperlukan agar masyarakat lebih mudah mengakses fasilitas pengisian baterai, termasuk saat melakukan perjalanan jarak jauh.
Karena itu, ia berharap PLN terus memperluas jaringan SPKLU, terutama di titik-titik strategis yang mudah dijangkau masyarakat. Pemerintah Kota Kupang, lanjutnya, siap mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik melalui koordinasi kebijakan, edukasi publik, serta pemetaan kebutuhan infrastruktur di lokasi strategis.
Sementara itu, Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (UIW NTT), I Made Agus Dwi Putra, mengatakan SPKLU Ultra Fast Charging di Kota Kupang merupakan bagian dari pengembangan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di NTT.
Ia menyebutkan, PLN telah membangun 39 SPKLU di wilayah NTT. Ke depan, PLN menargetkan pengembangan hingga 50 unit fasilitas pengisian cepat di sejumlah titik strategis, termasuk di Pulau Timor, seperti Kupang dan Atambua.
“Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan dapat memberikan jaminan bagi pengendara kendaraan listrik yang melakukan perjalanan jarak jauh,” kata I Made Agus.
Ia juga mengungkapkan, PLN telah melakukan uji coba perjalanan menggunakan beberapa merek mobil listrik dari Kupang menuju Atambua tanpa pengisian daya di tengah perjalanan. Dalam uji coba tersebut, kapasitas baterai kendaraan masih tersisa sekitar 30 persen saat tiba di tujuan.
Hasil uji coba itu menjadi salah satu pertimbangan PLN dalam menghadirkan fasilitas Ultra Fast Charging di Atambua untuk mendukung kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik, khususnya bagi pengguna yang melakukan perjalanan antardaerah.
Di sela-sela kegiatan, Serena turut menjajal mobil listrik dengan mengendarainya mengelilingi lapangan upacara Kantor Wali Kota Kupang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengenalan kendaraan listrik sekaligus menegaskan pentingnya dukungan infrastruktur untuk memperluas penggunaannya di Kota Kupang.
(Lidia)