IDETORIAL.com, Kupang – Pendidikan tidak cukup diukur dari nilai rapor dan prestasi akademik. Kejujuran, kedisiplinan, kepedulian terhadap sesama, serta kemampuan mengembangkan potensi diri menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang siap menghadapi masa depan.
Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, saat menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 SMP IL Kapten Nasipanaf di pelataran sekolah, Sabtu, 24 Oktober 2026.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah untuk membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah.
Menurut Serena, setiap anak memiliki potensi dan keunggulan yang berbeda sehingga tidak seharusnya dinilai hanya berdasarkan capaian akademik atau dibandingkan dengan anak lain. Anak yang belum menonjol dalam matematika, misalnya, bisa memiliki kemampuan di bidang bahasa, olahraga, seni, atau keterampilan lainnya.
Karena itu, orang tua dan guru perlu memberikan ruang bagi setiap anak untuk mengenali serta mengembangkan bakatnya, sekaligus membangun kepercayaan diri.
“Jangan hanya melihat anak dari nilai rapornya. Kita juga harus melihat apakah mereka memiliki karakter yang baik, ringan tangan menolong orang lain, berbesar hati membantu sesama, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” tegas Serena.
Ia mengatakan, pembentukan karakter tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada sekolah. Anak menghabiskan sebagian besar waktunya bersama keluarga dan lingkungan tempat tinggal, sehingga nilai-nilai yang diajarkan di sekolah harus diperkuat melalui pola asuh dan keteladanan di rumah.
Jika sekolah mengajarkan kejujuran, kedisiplinan, dan penghormatan terhadap sesama, keluarga dan masyarakat juga harus menerapkan nilai yang sama dalam kehidupan sehari-hari.
“Kalau kita ingin anak-anak bertumbuh dengan baik, rumah, sekolah, dan lingkungan harus berjalan bersama. Anak-anak tidak hanya membutuhkan pelajaran, tetapi juga contoh nyata tentang bagaimana menjadi manusia yang baik,” ungkapnya.
Serena juga menilai dukungan terhadap minat dan bakat anak dapat membuka jalan menuju prestasi. Ia mengenang kunjungan pertamanya ke SMP IL Kapten Nasipanaf ketika menyerahkan bantuan peralatan olahraga kriket. Salah satu siswa sekolah tersebut kemudian berhasil memperkuat tim Kota Kupang hingga babak final Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA).
Pengalaman itu, menurutnya, menunjukkan pentingnya memberikan kesempatan kepada anak untuk berkembang melalui bidang yang diminati. Pembinaan yang tepat dan dukungan terhadap potensi siswa dapat menjadi bagian dari upaya melahirkan generasi muda berprestasi.
“Pembangunan yang sesungguhnya adalah ketika anak-anak kita semakin cerdas, memiliki karakter yang kuat, dan memperoleh kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Selain menyoroti pendidikan dan pembentukan karakter, Serena menyampaikan bahwa perbaikan akses jalan di samping SMP IL Kapten Nasipanaf direncanakan mulai dikerjakan pada 2027. Perbaikan tersebut diharapkan mendukung kenyamanan dan keamanan mobilitas siswa serta masyarakat sekitar.
Pada kesempatan itu, Serena menyampaikan salam dari Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yang berhalangan hadir karena menjalankan tugas di luar kota.
Sementara itu, Pengelola SMP IL Kapten Nasipanaf, Romo Antonius Kapitan, mengisahkan perjalanan sekolah yang dirintis dari lahan kosong hingga berkembang menjadi lembaga pendidikan di kawasan perbatasan Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.
Dengan semangat Per Aspera Ad Astra, yang berarti melalui kesulitan menuju bintang-bintang, ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang, Dinas Pendidikan, Yayasan Pendidikan Andreas Lakat, para guru, komite sekolah, dan masyarakat Kelurahan Penfui yang turut mendukung perkembangan sekolah.
Romo Antonius menjelaskan, pengembangan SMP IL Kapten Nasipanaf diarahkan pada tiga hal utama. Pertama, meningkatkan mutu pembelajaran agar siswa belajar dengan gembira dan mampu menemukan bakatnya. Kedua, membentuk karakter dan iman melalui penanaman nilai kejujuran, kedisiplinan, penghormatan terhadap sesama, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dari perundungan. Ketiga, memperkuat kemitraan antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan pemerintah.
Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak mudah menyerah menghadapi kesulitan belajar serta menjauhi pergaulan bebas dan narkoba demi menjaga masa depan mereka.
“Pendidikan harus meningkatkan mutu pembelajaran, membentuk karakter dan iman siswa, serta memperkuat kemitraan antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah.”tandas Romo Antonius
Ketua Panitia HUT ke-3 SMP IL Kapten Nasipanaf, Elson Lalus, melaporkan bahwa rangkaian kegiatan berlangsung pada 9–23 Oktober 2026. Kegiatan tersebut meliputi turnamen futsal tingkat sekolah dasar (SD), lomba cerdas cermat Matematika dan IPA tingkat SD, serta demonstrasi kegiatan ekstrakurikuler siswa SMP IL Kapten Nasipanaf.
Menurut Elson, kegiatan tersebut didukung anggaran sebesar Rp15 juta yang bersumber dari yayasan, usaha dana panitia, partisipasi orang tua murid, tokoh masyarakat, dan pihak ketiga.
“Rangkaian HUT ke-3 SMP IL Kapten Nasipanaf diisi turnamen futsal, lomba cerdas cermat MIPA, dan demonstrasi ekstrakurikuler dengan dukungan anggaran Rp15 juta.”jelas Elson.
Puncak perayaan HUT ke-3 ditandai dengan pemotongan tumpeng bersama oleh Serena dan jajaran pimpinan sekolah, kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama siswa, orang tua, dan tamu undangan.
(Lidia)