IDETORIAL.com, Kupang – Kota Kupang tampil gemilang dengan meraih gelar juara umum cabang olahraga Shorinji Kempo pada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) VIII Nusa Tenggara Timur (NTT) 2026. Kontingen Kota Kupang mengoleksi 28 medali, terdiri dari 11 emas, 10 perak, dan tujuh perunggu.
Prestasi tersebut mengantarkan Kota Kupang ke posisi teratas klasemen akhir setelah persaingan yang berlangsung selama tiga hari, 23–25 Oktober 2026, di Gedung Training Center Education Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.
Kabupaten Belu menyusul di posisi kedua dengan raihan 24 medali, terdiri dari enam emas, tujuh perak, dan 11 perunggu. Sementara itu, Kabupaten Kupang menempati posisi ketiga dengan total 14 medali, yakni tiga emas, empat perak, dan tujuh perunggu.
Kejuaraan ini diikuti 266 atlet atau kenshi dari 17 kabupaten/kota di NTT. Sebanyak lima kabupaten tidak ambil bagian, yakni Lembata, Nagekeo, Sumba Barat Daya, Sumba Barat, dan Sumba Tengah.
Ketua Panitia Popda VIII NTT 2026 cabang Shorinji Kempo, Rahmat Mukolang, mengatakan seluruh rangkaian pertandingan berlangsung lancar dengan menjunjung semangat persaudaraan yang berlandaskan jiwa Bushido.
Menurut Rahmat, terdapat 40 nomor pertandingan yang diperlombakan, meliputi 16 nomor randori atau pertarungan dan 24 nomor embu atau peragaan teknik. Para atlet yang meraih juara pertama, kedua, dan ketiga masing-masing mendapatkan medali emas, perak, dan perunggu serta piagam penghargaan.
“Kami berharap ajang ini menjadi wadah bagi atlet pelajar untuk mengembangkan kemampuan, mengukur hasil latihan, dan mempersiapkan diri menuju kompetisi yang lebih tinggi,” kata Rahmat Mukolang, saat Penutupan cabor Shorinji Kempo Popda VIII NTT, Minggu, 25 Oktober 2026
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi NTT yang juga Wakil Ketua II PEREKEMI NTT, Alfonsus Theodorus, mengapresiasi seluruh kontingen yang telah berpartisipasi dalam kejuaraan tersebut.
Ia menegaskan, Popda bukan sekadar arena mengejar kemenangan dan medali, melainkan juga kesempatan bagi atlet pelajar untuk mengukur kemampuan, meningkatkan disiplin, dan membentuk karakter sebagai bekal menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.
“Yang menang jangan berhenti berlatih. Yang hari ini kalah, jangan pernah menyerah untuk berlatih,” pesan Alfonsus.
Alfonsus juga mendorong para atlet pelajar terus mempersiapkan diri menghadapi tantangan olahraga mendatang, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang dijadwalkan digelar di NTT dan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai tuan rumah bersama.
Menurutnya, pembinaan sejak usia pelajar menjadi fondasi penting untuk melahirkan atlet berprestasi yang tidak hanya menguasai teknik, tetapi juga memiliki disiplin, dedikasi, dan karakter kuat.
Alfonsus turut menekankan pentingnya dukungan pengurus cabang olahraga, pelatih, dan orang tua untuk memastikan pembinaan atlet berjalan berkelanjutan.
“Saya berharap kejuaraan Popda dapat menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan Shorinji Kempo di NTT sekaligus melahirkan atlet-atlet muda yang mampu bersaing pada tingkat yang lebih tinggi,” pungkas Sekretaris Umum KONI NTT tersebut.
Penutupan cabor Shorinji Kempo Popda VIII NTT 2026 menandai berakhirnya seluruh rangkaian pertandingan yang diikuti 266 kenshi dari 17 kabupaten/kota. seluruh rangkaian pertandingan selama tiga hari berjalan lancar dan menjunjung semangat persaudaraan serta jiwa Bushido, serta hasil kejuaraan ini menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus berlatih dan meningkatkan prestasi.
(Lidia)