IDETORIAL.com, Kupang – Universal Line Dance (ULD) Kota Kupang menggelar Lomba Line Dance 2026 dengan melibatkan peserta dari berbagai kelompok usia di Flotia Food Court, Jalan Timor Raya, Kelapa Lima, Kota Kupang, Minggu, 25 Oktober 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengekspresikan diri, mengembangkan kemampuan, dan menjaga kebugaran melalui olahraga rekreasi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Jefry Pelt, yang menghadiri dan membuka kegiatan tersebut, mengatakan line dance memiliki keunggulan karena dapat diikuti berbagai kelompok usia. Olahraga ini juga menawarkan suasana yang menggembirakan karena peserta tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menikmati proses dan kebersamaan.
“Dalam line dance, menang atau kalah, kita tetap pulang dengan ceria, membawa cerita dan sukacita,” ujar Jefry.
Menurut dia, line dance berpotensi dikembangkan lebih luas di lingkungan masyarakat karena tidak membutuhkan fasilitas khusus yang mahal. Warga dapat memanfaatkan halaman rumah ibadah maupun ruang terbuka lainnya untuk berolahraga bersama.
Karena itu, Jefry meminta pengurus ULD Kota Kupang memperluas kegiatan hingga tingkat kecamatan agar semakin banyak masyarakat memiliki kesempatan mengikuti olahraga rekreasi tersebut. Ia juga mengajak berbagai kelompok masyarakat, termasuk organisasi perempuan, untuk terlibat aktif dalam pengembangan line dance.
“Mari kita gelorakan line dance di Kota Kupang agar melalui olahraga ini kita dapat menyehatkan dan menggembirakan hati warga Kota Kupang,” ajaknya.
Ketua panitia, Oliva Tomaso dalam laporannya mengatakan lomba tersebut diikuti 106 peserta dalam tiga kategori perorangan, yakni usia 60 tahun ke atas, usia 46–59 tahun, serta usia 45 tahun ke bawah. Selain itu, panitia juga mempertandingkan kategori grup atau campuran yang diikuti 13 grup.
Kategori usia 60 tahun ke atas diikuti 16 peserta, kategori usia 46–59 tahun sebanyak 54 peserta, dan kategori usia 45 tahun ke bawah sebanyak 36 peserta. Komposisi peserta ini memperlihatkan keterlibatan berbagai kelompok usia dalam olahraga yang memadukan gerakan dan musik tersebut.
“Kegiatan ini bertujuan mengasah kemampuan peserta, menyediakan ruang apresiasi, serta mendorong masyarakat tetap aktif dan sehat. Lomba juga menjadi kesempatan bagi para pencinta line dance untuk menunjukkan kemampuan, sekaligus memperluas interaksi sosial dalam suasana yang menyenangkan,”terang Oliva.
Penyelenggaraan lomba ini mendapat dukungan dari sejumlah pihak, antara lain Flotia Food Court, Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), Bank Perkreditan Rakyat Tanaoba Lais Manekat (BPR TLM), Bank Artha Graha, Multimedia Trans Data, PT Wings, Smartfren, dan Pasti Laku TV.
Melalui kegiatan ini, ULD Kota Kupang berharap line dance semakin dikenal dan berkembang sebagai olahraga rekreasi yang inklusif. Selain menjaga kebugaran, olahraga tersebut diharapkan menjadi sarana mempererat hubungan sosial dan membangun kebersamaan masyarakat lintas generasi di Kota Kupang.
(Lidia)