GULIR UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Enam Peserta Indonesia Ikuti Program Mineral Kritis di AS

Enam Peserta Indonesia Ikuti Program Mineral Kritis di AS

IDETORIAL.com, Jakarta – Enam peserta asal Indonesia menuntaskan International Visiting Leadership Program (IVLP) bertema “Mengamankan Rantai Pasok Mineral Kritis” di Amerika Serikat pada 26 September hingga 17 Oktober 2026.

Program selama tiga minggu ini membahas penguatan rantai pasok mineral yang aman, transparan, dan tangguh melalui kerja sama Indonesia dan Amerika Serikat.

Peserta terdiri atas pejabat senior pemerintahan, pakar kebijakan, dan wartawan yang menekuni sektor pertambangan. Mereka memperoleh wawasan mengenai kepemimpinan AS serta praktik pertambangan dan pengolahan mineral berstandar tinggi.

Selama program, peserta mengunjungi Washington, D.C., St. Louis di Missouri, Duluth di Minnesota, dan Reno di Nevada. Mereka berdiskusi dengan pejabat pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan komunitas masyarakat mengenai ketahanan rantai pasok, transparansi, serta penerapan teknologi dalam pengembangan sumber daya mineral kritis.

Juru Bicara Kedutaan Besar AS, Jamie Ravetz, mengatakan Indonesia memiliki sumber daya mineral kritis yang signifikan di kawasan Indo-Pasifik dan berperan penting dalam memperkuat ketahanan rantai pasok serta keamanan energi global.

Kebijakan OJK Tumbuh Bersama UMKM

“Dengan bekerja sama membangun rantai pasok mineral yang aman dan beragam, kita mengurangi ketergantungan pada sumber tunggal, menjamin akses yang andal terhadap komoditas penting, serta memperluas peluang perdagangan yang memberikan manfaat bagi kedua negara kita maupun dunia,” kata Ravetz.

Dalam kunjungan tersebut, peserta mendatangi sejumlah institusi, antara lain Departemen Pertahanan AS, Departemen Luar Negeri AS, Pusat Energi Global Dewan Atlantik, US Strategic Metals, Doe Run Company, Talon Metals Corporation, Mining Minnesota, serta Lithium Americas.

Mereka juga mengunjungi Bagian Keselamatan dan Pelatihan Tambang Nevada serta Departemen Teknik Pertambangan dan Metalurgi Universitas Nevada, Reno.

Anton Frian Yohanes Reyanldo, peserta dari MIND ID, perusahaan induk industri pertambangan milik negara Indonesia, mengatakan program tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama dalam rantai pasok mineral.

“Kolaborasi kami melalui IVLP mencerminkan komitmen bersama untuk mewujudkan rantai pasok mineral yang transparan dan aman, yang menjamin kestabilan ekonomi dan kemajuan teknologi bagi kawasan Indo-Pasifik dan dunia,” ujarnya.

DPRD Kupang Ingatkan Penghargaan Pemkot Harus Berdampak bagi Warga

IVLP merupakan program pertukaran profesional unggulan Departemen Luar Negeri AS yang memberikan kesempatan kepada para pemimpin dan calon pemimpin dari berbagai negara untuk mempelajari masyarakat, kebudayaan, dan keahlian profesional Amerika Serikat.

Setiap tahun, hampir 4.000 orang dari berbagai negara mengikuti program tersebut. Hingga kini, lebih dari 2.900 warga Indonesia telah berpartisipasi dalam IVLP.

(Lidia/US Embassy)

error: Konten ini dilindungi !!
× Advertisement
× Advertisement