IDETORIAL.com, Kupang – CEO Bintang Timur Serena Francis mendukung visi Fernando Soares yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD NTT dalam pencalonannya sebagai Ketua Umum Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Nusa Tenggara Timur (NTT).
Visi tersebut mencakup pembenahan kompetisi, penguatan pembinaan pemain usia dini, peningkatan kualitas sumber daya manusia sepak bola, serta tata kelola organisasi yang transparan.
“Anak-anak kita harus punya kesempatan yang sama untuk berprestasi. Investasi olahraga terbaik adalah menyiapkan generasi muda sejak sekarang,”kata Serena saat ikut mendampingi Fernando Soares mendaftar ke Sekretariat Asprov PSSI NTT, Rabu, 14 Oktober 2026.
Pembinaan pemain muda, tambah Serena, menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan sepak bola daerah. Serena sebelumnya menyoroti pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini agar anak-anak NTT memiliki kesempatan mengembangkan bakat dan meraih prestasi melalui proses yang terstruktur.
Perhatian tersebut sejalan dengan program yang ditawarkan Fernando. Ia ingin memperkuat sekolah sepak bola (SSB), terutama untuk kelompok usia 6–8 tahun hingga usia 12 tahun, sehingga pembinaan tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan, tetapi juga menyiapkan pemain untuk jangka panjang.
Fernando juga mengusulkan kompetisi berjenjang dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi. Ia ingin memisahkan Liga 4 NTT dan Piala Gubernur agar keduanya memiliki fungsi yang berbeda dalam pengembangan sepak bola daerah.
Liga 4 diharapkan menjadi jalur kompetisi bagi klub untuk meningkatkan kualitas permainan, sedangkan Piala Gubernur dirancang melibatkan tim dari 22 kabupaten/kota melalui asosiasi PSSI setempat. Dengan kompetisi yang lebih terstruktur, pemain dari berbagai daerah diharapkan memperoleh kesempatan lebih luas untuk menunjukkan kemampuan.
Selain itu, Fernando menawarkan peningkatan sertifikasi pelatih dan wasit di seluruh kabupaten/kota. Ia juga menekankan perlunya dukungan tenaga medis dan pelatih fisik untuk menunjang kebugaran, keselamatan, serta perkembangan pemain.
Dalam aspek pertandingan, Fernando memasukkan penerapan Video Assistant Referee (VAR) sebagai salah satu gagasan pembenahan. Teknologi tersebut diharapkan membantu meninjau keputusan penting dalam pertandingan, meskipun penerapannya membutuhkan kesiapan perangkat, sumber daya manusia, dan pembiayaan.
Fernando turut mendorong tata kelola Asprov PSSI NTT yang transparan dan partisipatif dengan melibatkan klub dalam pengelolaan organisasi. Ia juga menggagas TV Bola NTT sebagai sarana untuk memperluas akses pemantauan pemain oleh pencari bakat, termasuk mereka yang berada di luar NTT.
Bagi Fernando, pembenahan sepak bola tidak semata-mata diukur dari jumlah gelar juara yang diraih. Hal yang lebih penting adalah terbukanya jalur pembinaan dan kompetisi yang memungkinkan lebih banyak talenta NTT berkembang hingga tingkat nasional.
“Tujuan kita bukan hanya mengejar trofi atau gelar juara, tetapi bagaimana melahirkan lebih banyak talenta sepak bola NTT yang bisa menembus level nasional,” demikian inti gagasan Fernando mengenai arah pembinaan sepak bola daerah.
Dukungan terhadap visi tersebut diharapkan dapat memperkuat perhatian terhadap masa depan sepak bola NTT. Namun, pelaksanaan program-program itu nantinya membutuhkan perencanaan yang terukur, dukungan klub dan asosiasi daerah, serta komitmen pengurus dalam menjalankan pembinaan secara berkelanjutan.
(Lidia)