IDETORIAL.com, Kupang — Pemerintah Kota (Pemkot) menggandeng Telkomsel memperkuat jaringan telekomunikasi di 10 sekolah di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai bagian dari upaya mendukung digitalisasi pendidikan.
Dari 10 lokasi yang diajukan Pemkot Kupang, sembilan sekolah akan mendapat optimalisasi jaringan untuk meningkatkan kualitas dan kapasitas layanan. Sementara satu sekolah di kawasan Nefosaka-Belo yang berada dalam wilayah blank spot akan mendapat tambahan jaringan baru melalui compact mobile BTS.
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, mengatakan penguatan jaringan tersebut merupakan tindak lanjut koordinasi Pemkot Kupang dengan Telkomsel setelah masih ditemukan sekolah yang belum mendapatkan akses sinyal secara memadai, meskipun berada di wilayah perkotaan.
“Masih ada beberapa sekolah, khususnya yang merupakan blank spot, tidak ada sinyal. Meskipun di tengah kota, mereka bagian dari Kota Kupang, masih ada yang belum punya sinyal,” kata Serena saat mengunjungi SD Inpres Fatukoa, Kamis, 1 Oktober 2026.
Menurut Serena, penguatan jaringan tidak hanya ditujukan untuk menunjang kegiatan pendidikan. Masyarakat yang berada di sekitar sekolah juga diharapkan ikut merasakan manfaat melalui akses informasi dan layanan digital yang lebih mudah.
“Kalau sudah ada, mereka mau cari akses informasi itu lebih gampang,” ujarnya.
Serena mengapresiasi dukungan Telkomsel dan berharap penguatan jaringan dapat menjangkau titik-titik yang menjadi pusat aktivitas pendidikan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Manager Network Operations and Productivity Telkomsel Kupang, I Wayan Sudana, mengatakan Telkomsel menyiapkan dua bentuk intervensi terhadap 10 sekolah tersebut.
Untuk sembilan sekolah, Telkomsel melakukan optimalisasi jaringan, termasuk penambahan antena dan perbaikan kualitas layanan. Sementara untuk satu lokasi blank spot di wilayah Nefosaka-Belo, Telkomsel menyiapkan compact mobile BTS untuk menghadirkan akses jaringan baru.
“Dari 10 lokasi itu, sembilan lokasi dilakukan optimasi, penambahan jaringan dan perbaikan kualitas. Satu lokasi itu penambahan BTS baru. Kami menggunakan mobile BTS,” kata Sudana.
Menurut Sudana, mobile BTS tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026.
Penguatan jaringan tersebut kemudian dikembangkan Telkomsel tidak hanya sebagai solusi infrastruktur, tetapi juga sebagai pintu masuk pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran.
Manager Mobile Consumer Telkomsel Branch Kupang, Adhy Yanwar, mengatakan kolaborasi dengan Pemkot Kupang juga mencakup dukungan terhadap digitalisasi pendidikan melalui learning management system (LMS).
Telkomsel menyiapkan sejumlah fitur LMS yang dapat dimanfaatkan siswa untuk menunjang pembelajaran berbasis digital. Beberapa fitur tersebut akan diberikan secara gratis kepada siswa.
“Kolaborasi ini tidak hanya bicara soal peningkatan kualitas jaringan atau mengatasi blank spot. Kami juga mendukung digitalisasi pendidikan melalui learning management system. Program ini akan kami mulai dari 10 sekolah sebagai pilot project,” kata Adhy.
Adhy mengatakan penyediaan infrastruktur jaringan perlu berjalan beriringan dengan ketersediaan platform pembelajaran. Dengan demikian, akses internet yang tersedia di sekolah dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan belajar siswa, bukan hanya untuk akses informasi umum.
Sepuluh sekolah tersebut menjadi tahap awal atau pilot project kolaborasi Telkomsel dan Pemkot Kupang dalam mengembangkan pemanfaatan teknologi digital di lingkungan pendidikan.
Kolaborasi ini sekaligus diarahkan untuk memperluas akses digital di sektor pendidikan dan mengurangi kesenjangan jaringan pada wilayah yang masih mengalami keterbatasan sinyal di Kota Kupang.
Kunjungan ke SD Inpres Fatukoa turut didampingi Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang Ernest Ludji, Anggota DPRD Kota Kupang Dance Bistole, Camat Maulafa, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, serta Lurah Fatukoa.
(lidia)